LAILATUL QODAR (Risalah Ramadhan 5)

A. Pengertian
Lailatul Qodar adalah suatu malam pada malam-malam bulan Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan. Maksudnya orang yang beribadah pada malam lailatul qodar itu pahalanya kan berlipat ganda sama dengan pahalanya orang yangberibadah selama seribu bulan.
Tentang Lailatul Qodar ini diterangkan didalam firman Allah SWT :

اِنَّآ اَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ { وَمَآ اَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ { لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ { تَنَزَّلُ الْمَلآَئِكةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ { سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ { القدر : 1- 6

Karena itu kita disuruh melakukan ibadah sebanyak-banyaknya siapa tahu salah satu malam bulan Ramadhan yang kita beribadah didalamnya dicatat oleh Allah sebagai ibadah dalam lailatul qodar atau sama dengan seribu bulan.
B. Ketentuan Malam Al Qodar
Dalamsebuah Hadits Nabi SAW ditegaskan:
اَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ هِيَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ لَيْلَةَ اِحْدَيْ وَعِشْرِيْنَ اَوْثَلَثَةٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ اَخِرِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ مَنْ قَامَهَا اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مِنْ ذَنْبِهِ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرّ . (رواه احمد)
Rasululloh SAW mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qodar, beliau bersabda: dia (Lailatul Qodar) dibulan Ramadhan dipuluhan yang akhir yaitu malam21, 23, 25, 27 atau malam 29, atau diakhir malam Ramadhan. Barang siapa mengerjakan bangun untuk beribadah pada malam itu karena iman dan mengharap ridho Alloh, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. (HR. Ahmad)
Disamping itu Rasululloh SAW ketika mencari Lailatul Qodar itu  dengan sabdanya sebagai berikut:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخارى)
Artinya: Carilah olehmu sekalian lailatul qodar itu pada witir sepuluh terakhir dibulan Ramadhan (HR. Bukhori)
Dalam Hadits lain juga disebutkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م. مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ (رواه احمد باسناد صحيح)
Artinya: Dari Ibnu ‘Umar: Rasululloh SAW bersabda barang siapa yang ingin mengintaimalam  lailatul qodar hendaklah ia mengintai pada malam dua puluh tujuh (HR. Ahmad dengan sanad yang Shahih)
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَآئِشةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ اَرَاَيْتَ اِنْ عَلِمْتُ اَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا اَقُلُ فِيْهَا قَالَ قُوْلِيْ اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفْوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي (رواه الترمذي)
Dari ‘Aisyah katanya: “Saya bertanya kepada Rasulullh SAW: Bagaimana jika saya dapat mengetahui malam Qadar itu, apakah yang baik saya katakan pada malam itu ? Jawab beliau: Katakanlah olehmu: “ Ya Allah sesungguhnya Engkau pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kiranya kesalahanku.” HR. Tirmidzi.
Drs. Qomaruddin AM, pengasuh pondok pesantren Al-Muhsin Kota Blitar dan tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar