Ahlussunnah wal Jamaah

Di Tengah Pandemi, Perlu Totalitas Mempertahankan NKRI Melalui Aswaja

Blitar – Pemerintah jadi makin sibuk menangani pandemi dengan jumlah pasien covid terus naik, juga pemerintah tetap harus menjaga negara dari ancaman ekstremisme dan intoleransi yang bisa berujung ke tindakan terorisme. Memang, ide intoleransi dan ekstremisme kekerasan makin mudah tersebar. Mereka memakai isu terkini untuk mendelegitimasi pemerintah, misalkan tentang bagaimana negara dianggap gagal menangani pandemi ini. Narasi seperti ini dimainkan untuk menyebarkan ujaran kebencian hingga informasi palsu. Ketua Aswaja NU Center Kota Blitar, Kyai Sukanto Abdul Hamid menuturkan akan pentingnya memperkokoh Ahlussunah

SEJARAH LAHIRNYA NAHDLATUL ULAMA

Nahdlatul Ulama disingkat NU, merupakan suatu Jam’iyah Diniyah Islamiyah yang berarti Organisasi Keagamaan Islam. Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 M / 16 Rajab 1344 H. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Untuk mengetahui lebih dalam tentang NU secara lebih utuh, berikut ini adalah sejarah lahirnya NU. A. SITUASI MENJELANG LAHIRNYA NU Berakhirnya perang dunia pertama berdampak besar terhadap dunia islam. Para cendikiawan muslim di negara Islam mencoba menawarkan gagasan baru dalam rangka pembaharuan dalam Islam.

Begini Cara Fatayat NU Kota Blitar Cetak Kader Militan di Era Pandemi

Blitar – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang belum berakhir tak menghalangi niat warga nahdliyin kota Blitar untuk kembali beraktivitas. Kehadiran diklat, terutama di masa pandemi seperti ini, memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental masyarakat. Kali ini, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Blitar bidang pengkaderan menggelar diklat demi mencetak kader yang militan bukan yang moletan di Kantor PCNU Kota Blitar. Ahad, 12/07/2020. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr. Habib Bawafi, M.HI, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh PC Fatayat NU Kota Blitar. “Dengan

Ahlussunnah Wal Jama’ah, Ajaran dan Ciri-Cirinya

Blitar – Pandemi Covid 19 meneror masyarakat kota Blitar. Teror penyakit pernafasan, tak menyurutkan hati para pejuang. Kali ini Aswaja NU Center menggelar Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Kiswah). Ahad (5/7/2020) Berlokasi di Hall Asnuter, komplek RA Hidayatullah Kota Blitar, Ketua Aswaja NU Center (Asnuter) Kota Blitar, Kyai Sukamto Abdul Hamid menjelaskan kelompok yang diistimewakan dengan memperoleh balasan surga di antara kelompok-kelompok yang lain yaitu golongan Ahlussunah wal Jama’ah. Sebagaimana digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa umatnya akan

Beragama yang Sederhana di Era Dakwah Digital: Merespon Tulisan Ulil Abshar Abdalla

Oleh Mamang M Haerudin (Aa) Kemarin. Selasa, 23 Juni 2020, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menurunkan tulisan ringan berjudul: Perlunya Beragama yang “Ngintelek.” Saya merasa tulisan ini paling mewakili mengapa kemudian dakwah akar rumput dan dakwah digital kita “kalah saing” dan tertinggal jauh sekali. Pengajian online atau Ngaji Ihya ala Gus Ulil mau tidak mau telah menjadi rujukan utama dakwah digital kita. Harus saya akui, selain alim, Gus Ulil punya kemampuan public speaking yang menyihir. Hanya saja kemampuan sihirnya hanya menjangkau

Menuju New Normal, Aswaja NU Center Terbitkan Sikap

Blitar – New normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Mengutip akun twitter Presiden Joko Widodo, @jokowi mengatakan, hidup berdampingan harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Berdampingan, menurut Jokowi, bukan berarti masyarakat harus menyerah. “Tapi menyesuaikan diri,” cuitnya. Hidup berdampingan di tengah-tengah virus yang belum ditemukan vaksinnya memang  menjadi tantangan baru. Masyarakat harus

Waspadai Kejahatan Wahabi : Mengubah Kitab Klasik Rujukan Aswaja

“Jangan sembarangan beli kitab klasik. Kini sejumlah kitab yang telah menjadi bacaan keluarga ahlussunnah wal jamaah sudah diacak-acak kelompok Wahabi. Terbaru muncul buku putih Ihya Ulumuddin (Imam Ghazali). Buku ini diacak-acak sesuai paham Wahabi.” KEJAHATAN kelompok Wahabi sudah kelewatan. Setelah gagal ‘memasarkan’ pahamnya lewat diskusi, debat, taushiyah, kini modus mengubah isi kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan Aswaja (ahlussunnah wal jamaah) semakin masif dilakukan. Lihatlah, bagaimana mereka dengan seenaknya mengacak-acak isi kitab Ihya Ulumuddin karya ulama besar Imam Ghazali. Kelompok Wahabi membuat ‘buku

Rais Syuriah PCNU Kota Blitar Bimbing Seorang Mualaf Masuk Islam

Blitar, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur KH Abdil Karim Muhaimin membimbing seorang mualaf mengikrarkan dua kalimat syahadat, Senin (1/6) siang. Kali ini yang dibimbing masuk Islam oleh Gus Karim adalah seorang warga asal jalan Wr Supratman No. 92 Bendogerit Kota Blitar, Angga Hendra Setiawan. Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Blitar dan disaksikan beberapa jamaah. Acara pembacaan ikrar dua kalimat syahadat berlangsung khidmat dan lancar turut disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota

Pedoman Umum Dan Panduan Praktis Pelaksanaan Ibadah Amaliyah Nahdliyin Kota Blitar Selama Bulan Ramadhan

Blitar – Menyikapi perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kota Blitar dan Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah selama bulan Ramadhan dan bulan Syawal 1441 H. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar bersama Banom dan Team SATGAS NU P3 Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Putri Jl.Manggar Sukorejo Kota Blitar, Senin (19/04/2020). Menghasilkan beberapa pedoman umum dan panduan khusus terkait Pelaksanaan Syariat Islam dan Amaliyah di bulan Romadhon 1441 H di Kota Blitar. Dengan adanya Edaran tentang Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 1

Blitar – Diisisiasi  Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU Center Kota Blitar, beberapa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid atau mushola. Sterilisasi difokuskan pada tempat ibadah. Senin (23/3/2020) Penyemprotan dilakukan melibatkan beberapa pemuda NU. Disinfektan disemprotkan pada bagian dalam hingga area jalan sekitar mushola atau masjid. Koordinator kegiatan, Wildy Sulton menambahkan, penyemprotan menggunakan bahan dasar air, desinfektan dan pengharum dengan dosis yang telah ditetapkan sehingga aman untuk masyarakat. “Tadi penyemprotan pakai bahan desinfektan yang mudah ditemui di Blitar,” sebutnya. Wildy mengaku,