4 Hikmah Penting Lailatul Ijtima’ & Isro’ Mi’roj Ranting NU Tanjungsari Kota Blitar

NUBLITAR.OR.ID – Semangat menggerakkan terus digelorakan NU Kota Blitar hingga ke level bawah. Di Ranting NU Tanjungsari misalnya, rombongan masyarakat menghadiri lailatul ijtima’ Isro’ Mi’roj yang diselenggarakan di lokasi masjid Baiturahman Jl Asahan Tanjungsari Kota Blitar pada Sabtu, 29 Maret 2019.
Ranting NU Tanjungsari bekerjasama dengan MWC NU Kec Sukorejo melaksanakan Lailatul Ijtima’, Isro’ Mi’roj Nabi SAW dan Harlah 96 NU. Acara ini di hadiri oleh seluruh Pengurus Ranting NU Kel Sukorejo, warga NU Kel Sukorejo, jamaaah Masjid Bairurahman TanjungSari, Pengurus MWC NU Kec Sukorejo, jamaah Yasin Tahlil se Tanjungsari, santri Madin Roudlotul Mutaalimin TanjungSari, para Guru Madin TPQ TanjungSari dan Pengurus Takmir Masjid.
Kebetulan juga sebelum  acara, KPU dan Relawan Demokrasi KPU , Ibu Ummu Khoirul Wardani dan Bp Mashudi SH hadir untuk sosialisasi pemilu juga pengenalan suara.
Berikut runtutan susunan acara :
1.Pembukaan
2.Pembacaan Al Qur an
3.Sambutan
a. Ketua panitia dan Takmir,Bapak H.Saikhul Munif,M.Pd
b. Ketua MWC NU Kec Sukorejo, Bapak Khusnuddin,S.Sos,I.M.A
c. Rois Suriyah PC.NU Kota Blitar, Bapak KH Abdul Karim Muhaimin
4 Mauidhoh hasanah oleh pengasuh pon pes, Hidayatul Mubtadiin, Ngunut Tulungagung, KH.Muhson Hamdani
5. Doa, KH Ali Mustofa
Ketua MWC NU Kec Sukorejo, Bapak Khusnuddin,S.Sos,I.M.A Sedang memberikan sambutan
Pengertian Isra Miraj, kisahnya, dan hikmah di balik peristiwa Isra Miraj sungguh luar biasa. Diperingati setiap tahun, masih banyak yang belum mengetahui arti Isra Miraj sebenarnya.Arti Isra Miraj menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, isra (اسرى) atau sara (سرى) artinya adalah perjalanan di malam hari.
Secara istilah, Isra adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Isra‘: 1)
Mi’raj secara bahasa artinya adalah naik. Secara istilah adalah naiknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke sidratul muntaha.Dalam Al Qur’an, mi’raj ini disinggung dalam surat An Najm.
وَلَقَدْ رَآَهُ نَزْلَةً أُخْرَى
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى
لَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS An-Najm: 13-18)
Berikut ini hikmah penting yang dapat dijadikan pelajaran dalam acara tersebut:
1. Shalat Rasulullah bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.
2. Sesungguhnya Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram.
3. Shalat memiliki Urgensi dan kedudukannya yang agung
4. Keberanian Rasulullah SAW sangat tinggi dalam berdakwah dengan menyampaikan Isra Miraj kepada umat
Reporter: Khusnudin
Editor: Abd Umar