Sosialisasi UAS Online Targetkan Mahasiswa dan Dosen

Blitar — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar terus melakukan sosialisasi pada mahasiswa dan dosen. Kali ini sosialisasi dilakukan di Aula lantai 3 Kampus 1 UNU Blitar,  Sabtu (16/11).
Rektor UNU Blitar, Prof. Dr. H. Zainuddin M.Pd mengatakan, “Peranan teknologi saat ini sangat penting. Teknologi sudah tidak perlu diajarkan, tetapi harus dilakukan. Untuk itu, dosen dan mahasiswa harus terus belajar. Tidak usah muluk-muluk yang penting memiliki keterampilan. Ilmu komputer, bahasa inggris dan agama langsung dipraktekkan. Teori ada, tetapi praktek lebih banyak.”
Tahun ini UNU Blitar memiliki 17 program studi (prodi), dengan 10 prodi yang telah ada ditambah 7 prodi baru. Yaitu Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Perbankan Syariah, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dan Psikologi Islam.
“Adapun terobosan-terobosan yang dilakukan UNU Blitar antara lain  akan membentuk pusat pendidikan agama. Agar semua lulusan UNU Blitar mampu baca tulis Al-Qur’an. Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas karakter berbasis agama. Terobosan lainnya, UNU Blitar juga membentuk Lembaga Sertifikasi,” ucapnya.
Semakin berkembangnya teknologi informasi yang didukung dengan kehadiran internet memiliki berbagai dampak positif, yang diantaranya berupa lebih dimudahkannya proses belajar mengajar antara mahasiswa dengan dosen.
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komputer (PUSTIK) UNU Blitar, Abdul Charis Fauzan, M.Kom mengatakan ” Dalam pelaksanaan UAS Online, ada 3 pilihan aplikasi. Yaitu Googgle Class, LMS Moodle dan Edmodo. Dengan berbagai pertimbangan, tiap aplikasi memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Akhirnya diputuskan menggunakan edmodo.”
Dalam sosialisasi UAS Online di UNU Blitar, berhasil dihimpun beberapa manfaat ujian berbasis online dibanding berbasis kertas , antara lain  :
1.Hemat biaya tanpa adanya penggandaan kertas
2.Mempermudah pekerjaan dosen dalam hal pemeriksaan
3.Nilai ujian bisa langsung di ketahui saat saat itu juga.
4.Materi soal aman dari kebocoran
5.Mempermudah pengawasaan
6.Tidak adanya sampah kertas
Berbagai macam website, aplikasi, dan bahkan media sosial dibuat oleh para developer untuk tujuan pembelajaran online. Salah satunya adalah Edmodo, sebuah jaringan sosial yang terbukti sangat membantu jutaan guru dan murid dalam melakukan proses belajar mengajar.
Kala itu, Abdul Charis Fauzan juga menjelaskan beberapa fitur Edmodo yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran online. Ada Polling, untuk mengetahui tanggapan mahasiswa mengenai hal tertentu. Ada Gradebook, mirip seperti catatan nilai siswa. Dengan fitur ini, dosen dapat memberi nilai kepada mahasiswa secara manual maupun otomatis. Ada File and Links, untuk mengirimkan ber-ekstensi .doc, .ppt, .xls, .pdf dan lain-lain.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.