Pedoman Umum Dan Panduan Praktis Pelaksanaan Ibadah Amaliyah Nahdliyin Kota Blitar Selama Bulan Ramadhan

Blitar – Menyikapi perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kota Blitar dan Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah selama bulan Ramadhan dan bulan Syawal 1441 H. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar bersama Banom dan Team SATGAS NU P3 Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Putri Jl.Manggar Sukorejo Kota Blitar, Senin (19/04/2020). Menghasilkan beberapa pedoman umum dan panduan khusus terkait Pelaksanaan Syariat Islam dan Amaliyah di bulan Romadhon 1441 H di Kota Blitar.
Dengan adanya Edaran tentang Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah di bulan Ramadhan-Syawal ditengah ‘Pandemi Covid-19’ semoga semua elemen masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik.
Berikut pedoman umum dan panduan praktis yang berhasil dihimpun redaksi.
PEDOMAN UMUM
1. Tetap menjalankan kewajiban syari’at agama dengan toleransi teknis/tata cara (rukhshoh/keringanan) yang dibenarkan oleh Syari’at;
2. Selalu berkoordinasi dengan Satgas Daerah penanganan Covid 19, Dinas Kesehatan, Forkopimda, Muspika, Kelurahan dan pihak setempat-terkait lainnya (Satgas Covid 19) untuk mendapatkan informasi kerawanan wabah Covid 19 dan Tata Cara mengantisipasinya dalam hal menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan dan bulan Syawal yang melibatkan banyak orang (jama’ah);
3. Selalu berkonsultasi dengan Ulama/Kyai/Syuriyah NU sesuai tingkatan untuk mendapatkan petunjuk agama/syariat sesuai fakta perubahan kondisi (kasuistik). Perubahan kondisi (kasuistik) dapat dikoordinasikan dan dikonsultasikan melalui WA Satuan Gugus Tugas NU Pencegahan,Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 Kota Blitar”;
4. Mengikuti protocol (prosedur dan tata cara) pencegahan dan penanganan Covid 19 yang telah ditetapkan Pemerintah;
PANDUAN PRAKTIS PELAKSANAAN IBADAH DAN AMALIYAH SELAMA BULAN RAMADHAN-SYAWAL DI TENGAH PENANGANAN ‘PANDEMI COVID-19’ BAGI NAHDLIYIN DI KOTA BLITAR
1. Dimohon untuk semua Warga Nahdliyin untuk mengikuti isbat dari Pemerintah Republik Indonesia dalam menentukan awal bulan Ramadlan dan awal bulan syawal.
2. Dimohon Kepada Warga Nahdliyin untuk memperbanyak Usaha Batin : Taubat, Istighfar,Sholawat,membaca Al Qur’an dan amalan – amalan Ibadah lain serta memohon pertolongan kepada Alloh SWT.semoga Pandemic Covid-19 bisa diatasi dengan segera.
3. Orang berstatus terkonfirmasi Positif Virus Corona dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) harus dirawat di Rumah Sakit .
4. Bagi Orang yang berstatus ODR ( Orang Dalam Resiko ),ODP (Orang Dalam Pemantauan), OTG (Orang Tanpa Gejala) Harus menjalani proses / masa isolasi Mandiri selama 14 hari dan tidak boleh menghadiri Shalat Berjamaah (Maktubah, shalat Jumat, Tarawih, Shalat Idul Fitri), meskipun belum ada larangan secara nyata dari pemerintah dan apa bila sudah menjalani Karantina selama 14 hari dengan baik wajib melaksanakan shalat Jumat dan boleh menghadiri Shalat Berjamaah (Maktubah, Tarawih, Shalat Idul Fitri)
5. Sekelompok orang yang sehat tanpa ada status ODP/ODR/OTG dengan jumlah 40 orang yang tidak khawatir tertular Covid-19 wajib mendirikan shalat Jumat;
6. Dalam kasus orang wajib Jum’at dengan jumlah minimal 40 orang telah berkumpul di masjid ketika tiba waktu shalat, mereka tidak boleh melakukan shalat zhuhur berjamaah dan tetap harus mendirikan shalat Jumat yang menjadi kewajibannya;
7. Dalam kondisi Shalat Berjamaah (Maktubah, shalat Jumat, Tarawih, Shalat Idul Fitri) dilaksanakan di masjid atau musholla, maka takmir atau pengurus masjid harus menjalankan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, yakni :
a. Setiap masjid yang menyelenggarakan shalat Berjamaah (Maktubah, shalat Jumat, Tarawih, Shalat Idul Fitri) harus :
a.1. Menyediakan alat mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer;
a.2. Memberlakukan satu pintu masuk dan keluar;
a.3. Menyiapkan petugas untuk menjamin terlaksananya Panduan Praktis ini;
a.4. Mempersingkat waktu pelaksanaan sesingkat-singkatnya;
a.5. Mempunyai Termometer dan Petugas Masjid harus melalukan Pemeriksaan Suhu Jama’ah sebelum memasuki Masjid/Mushola.
b. Petugas masjid harus memastikan setiap jamaah mencuci tangan sebelum masuk masjid;
c. Petugas masjid harus mengatur formasi jarak antar jamaah sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mengarahkan ke shof terdepan terlebih dahulu, dan memberi tanda pada lantai Masjid;
d. Petugas masjid harus memantau dan melarang adanya kerumunan sekelompok jamaah setelah selesai melakukan shalat Jumat;
e. Tidak diperbolehkan berjabat tangan antar jamaah;
f. Ta’mir Masjid Menganjurkan kepada Seluruh Jama’ah untuk memakai Masker dan membawa alas Shalat / Sajadah sendiri – sendiri
g. Ta’mir Masjid senantiasa mengingatkan Imam supaya membaca Qunut Nazilah
h. Setelah selesai melakukan shalat atau selesai berdo’a dianjurkan untuk tidak usah mengusap wajah
8. Meminta kepada Nahdliyin setempat untuk menerima dan menghormati jenazah yang terdeteksi Covid19.
9. Warga Nahdliyin untuk peduli terhadap kemungkinan penyebaran Covid-19 di lingkungannya dengan melaporkan Tamu dari daerah lain / Pemudik kepada pihak yang berwenang ( RT/RW ) atau melaporkan melalui call center :
Wilayah Kepanjen Kidul : 0342.816644 / 085258882022
Wilayah Sananwetan : 085748854235
Wilayah Sukorejo : 08569017305 / 085646636966
10. Keputusan diatas dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah
Berikut surat resmi dari PCNU Kota Blitar
Dapat juga di download pada link google drive berikut ini https://drive.google.com/open?id=1BezZ-YOofSXZhCQNhsCu07W8DkQ1ATJs

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.