Meriahkan Tadabur Ramadhan dengan NU Vis a Vis Organisasi Islam Trans Nasional

Blitar – Bagi seorang muslim, Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat mulia.  Kandungan isinya merupakan al-Nur (Cahaya), al-Syifa (Obat), al-Huda(Petunjuk), dan al-Maw’idhah (Nasihat) bagi seluruh umat manusia sepanjang masa.
Tadabbur adalah perenungan yang menyeluruh untuk mengetahui maksud dan makna dari suatu ungkapan secara mendalam. Ide tadabur ramadan muncul ketika malam lailatul qiroah di masjid agung kota Blitar. Berawal dari rasa penasaran kenapa NU di kota Blitar kok tidak seperti yang lain. Artinya gerakan penangkal kaum Wahabi belum muncul.
Akhirnya Lakpesdam NU Kota Blitar, mencoba untuk mengadakan acara ngopi bareng NU Vis a Vis Organisasi Islam Trans Nasional. Dengan agenda pembacaan kondisi NU di luar negeri dengan narasumber Ustadz H.M.Abdul Rouf, Lc, Grad, Dip, MA (alumni Al Azhar University, Mesir) dan Ustadz Nanang Zubaidi,MA,Ph.D (alumni Australian Nasional University) di Graha Madrosatu Sunnah Al Adawiah, Jl. Kapuas No 20 Kauman Kota Blitar, Kamis (30/5/2019)
Narasumber kader NU, Alumni Mesir dan Australia.
“Tema NU Vis a Vis Organisasi Islam Trans Nasional sengaja di ambil mengingat banyak sekali intelektual muda NU yang setelah belajar keluar negeri mereka bingung ketika kembali ke Indonesia. Selain itu beratnya perjuangan NU di luar negeri perlu kita ketahui sehingga kita bisa membandingkan sekaligus mengambil hal yang perlu kita ambil dari luar.” ucap Ustadz Nanang Zubaidi, MA, Ph.D yang juga sekretaris PCI Australia ini.
Kegiatan sarasehan ngopi bareng santai di ambil supaya situasi diskusi tidak terkesan kaku dan tegang seperti di sekolah pada umumnya. Kegitan berjalan sesuai dengan yang di harapkan oleh pengurus Lakpesdam NU Kota Blitar.
Dalam perdiskusian kala itu semua audiens menyambut dengan argumen masing masing. Yang akhirnya merujuk pada sebuah rekomendasi yang di antaranya adalah:
  1. Sudah saatnya generasi muda / kiai-kiai muda di munculkan dalam rangka pengkaderan dalam berdakwah
  2. Harus ada sistem yang bisa mengatasi dakwah melalui internet. Perlu di bentuk team khusus dakwah via media sosial.
  3. Adanya penguatan idiologi ke NU an di tingkat bawah
Dokumentasi Lakpesdam NU Kota Blitar usai acara di Graha Madrosatu Sunnah Al Adawiah, Jl. Kapuas No 20 Kauman Kota Blitar, Kamis (30/5/2019)
Reporter: Nur Aina Rohmah
Editor : Abd Umar