Lestarikan Tradisi Yasin Tahlil di Tengah Pandemi, PCNU Kota Blitar Persiapkan Protokol Kesehatan

Blitar – Sore itu, Kamis (04/06/2020) PCNU Kota Blitar menggelar rapat terbatas. Mensikapi tradisi yasin tahlil yang sempat tertunda akibat dampak covid-19 di Aula kantor PCNU Kota Blitar, Jawa Timur.
Secara bahasa tahlilan berakar dari kata hallala (هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya adalah membaca “Laila illallah.” Istilah ini kemudian merujuk pada sebuah tradisi membaca kalimat dan doa- doa tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang meninggal dunia.
Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan sering dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya. Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut.
Bukan hanya kota Blitar, tradisi NU berupa yasinan dan tahlilan juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Tradisi ini sudah dilakukan secara temurun sejak ratusan tahun silam.
Namun karena adanya wabah Covid-19, kegiatan rutin yasin tahlil kali ini tertunda sementara. Kota pun dijaga ketat oleh aparat setempat. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi agar virus tidak mengenai masyarakat nahdlilyin.
Sekretaris PCNU Kota Blitar, H. Sarianto, M.PdI mengatakan, “PCNU Kota Blitar menghimbau selama pandemi, pelaksanaan tradisi yasin tahlil diharapkan digelar di masjid atau mushola. Dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19.” Ucapnya.
H. Sarianto pun menambahkan beberapa protokol kesehatan saat acara yasin tahlil agar dipatuhi bersama.
“Diharapkan acara tradisi pembacaan yasin dan tahlil untuk mengikuti protokol kesehatan yang telah disepakati bersama. Diantaranya mengatur jarak 1 meter, memakai masker saat acara berlangsung, rajin cuci tangan pakai sabun, tidak bersalaman baik sebelum acara atau sesudah acara, mempercepat waktu pelaksanaan yasin tahlil hingga disarankan menggunakan thermogun.” Tuturnya lembut.
Meski menggelar tradisi yasin tahlil dengan tata cara yang berbeda dan tidak di rumah warga secara bergiliran, acara tradisi yasin tahlil insyallah bisa terlaksana dengan kondusif dan lancar di masjid atau mushola.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.