Dakwah Millennial di Era Perang Pemikiran

Sejatinya, media sosial mampu menjadi salah satu wasilah (baca:perantara) dakwah. Menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah dari munkar. Melihat begitu besarnya waktu yang diberikan Generasi Millenial untuk berinteraksi dengan Media Sosial. Ada tiga hal yang bisa kita perhatikan:
Pertama, jika kita belum bisa membuat karya sendiri berupa tulisan atau tayangan yang bermanfaat, maka optimalkan untuk melakukan re-posting dan re-sharing dari hal-hal yang baik dan bermanfaat dari pengguna lain. Tentunya setelah dirasa, postingan itu bebas untuk di repost (baca: posting ulang) atau telah diberikan ijin dari sumbernya. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
Kedua, tidak membiarkan waktu luang sia-sia dengan banyak melihat hal-hal berbau kemubahan apalagi sampai kepada hal-hal yang haram. Follow (baca:mengikuti) akun orang-orang yang berilmu, yang dirasa kita bisa mengambil manfaat ilmu darinya. Sebaliknya, jangan mem-follow akun orang-orang yang akan mengajak kita kepada kemubahan yang banyak dan tidak bermanfaat apalagi kemaksiatan. Karena Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”.
Ketiga, menyadari bahwa era millennial adalah juga merupakan bagian dari perang pemikiran. Sehingga menyibukkan diri untuk memahami ilmu agama sekaligus menggunakan kemampuan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kemampuan dalam mempelajari teknologi semampu kita dengan tujuan untuk ikut serta dalam kebangkitan umat dan dakwah Islam.
Sumber : Islampos