Begini Cara Fatayat NU Kota Blitar Cetak Kader Militan di Era Pandemi

Blitar – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang belum berakhir tak menghalangi niat warga nahdliyin kota Blitar untuk kembali beraktivitas. Kehadiran diklat, terutama di masa pandemi seperti ini, memang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental masyarakat.
Kali ini, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kota Blitar bidang pengkaderan menggelar diklat demi mencetak kader yang militan bukan yang moletan di Kantor PCNU Kota Blitar. Ahad, 12/07/2020.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr. Habib Bawafi, M.HI, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh PC Fatayat NU Kota Blitar.
“Dengan adanya diklat ini, diharapkan tercetak kader-kader yang militan. Karena Fatayat NU merupakan kesatuan utuh dari PCNU Kota Blitar. Bagian tak terpisahkan. Dimana mempertahankan pancasila sebagai dasar negara dan ahlussunnah wal jama’ah sebagai ajarannya,”tuturnya.
Peserta diklat tampak antusias mengikuti pelatihan dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.
Sementara itu wakil sekretaris PCNU Kota Blitar, Gigih Mardana, M.Si didaulat sebagai pengisi materi diklat pengkaderan Fatayat NU Kota Blitar. Adapun materi berupa sembilan langkah kecil untuk perubahan besar, sebuah sumbangsih saran untuk Fatayat NU Kota Blitar.
Berikut pokok-pokok materi yang berhasil dihimpun redaksi saat itu;
  1. Periksa niat dan komitmen
  2. Baca dan baca kembali pedoman organisasi
  3. Kenali anatomi, struktur dan budaya organisasi
  4. Hindari konflik organisasi
  5. Kurangi kompetisi, perbanyak kolaborasi
  6. Meskipun sederhana, buatlah perencanaan program secara tertulis
  7. Berkreasilah, jangan monoton
  8. Harus mandiri secara ekonoi dan pendanaan
  9. Satu teladan lebh baik daripada sepuluh ucapan
Fatayat NU Kota Blitar tetap mempertahankan protokol kesehatan selama pandemi, sesuai arahan dari pemerintah kota Blitar.
Ustadz Gigih juga memberikan materi berupa sembilan potensi dan keistimewaan fatayat NU. Berikut pokok-pokok materi yang berhasil dihimpun;
  1. Ideologinya jelas
  2. Struktur jaringan dan anggotanya besar
  3. Memiliki reputasi organisasi yang baik
  4. Anggotanya orang muda
  5. Mendapatkan bimbingan ulama dan para kyai
  6. Maju tapi tidak kehilangan akhlaq dan jati diri
  7. Karakternya moderat
  8. Memberikan manfaat
  9. Paham strategi organisasi
Diklat tersebut dihadiri lebih dari 50 peserta yang terdiri dari para ketua dan sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU dan ranting se-kota Blitar.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.