Tips Agar Amal Ibadah Diterima Allah Menurut KH. Nur Kholis

Blitar Online – Setiap orang boleh mengamalkan ibadah apapun antara lain shalat sunah, sedekah, puasa sunah, umrah, zikir, shalawat, bakti kepada orang tua, bantuan untuk mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. Tetapi mereka juga sebaiknya memerhatikan status penerimaan amal ibadah itu di sisi Allah. Hal ini disinggung saat safari ramadhan PCNU Kota Blitar ke-8 di Masjid Pangeran Diponegoro, Karangsari Kota Blitar (14/5).
A’wan PCNU Kota Blitar dan pengasuh PPMSQ (Pondok Pesantren Mambaul Syafaatil Qur’an) Ngegong Gedog Kota Blitar, KH. Nur Kholis menjelaskan 5 perkara yang diterima ibadahnya terdapat dalam rukun Islam:
1. Syahadat
2. Sholat
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji (jika mampu)
KH. Nur Kholis menyarankan kita untuk melupakan amal yang telah kita lakukan. Menurutnya, dengan cara melupakannya amal itu akan naik ke langit. Kalau amal ibadah itu masih tersangkut di bumi, yaitu amal yang selalu teringat dan terkenang atau selalu disebut-sebut, maka amal itu masih menggantung, belum bisa naik.
Tanda bahwa Allah SWT mengangkat amalmu itu adalah ketiadaan amal yang tersisa di ingatanmu. Bila sedikit saja amal itu masih terkenang di benakmu, maka amal itu takkan naik ke hadirat-Nya karena tergantung antara dirimu dan Allah SWT. Karena itu sebaiknya seseorang melupakan dan mengabaikan amal ibadahnya dengan cara memandang kekurangan seperti adanya ego atau nafsu pada amal itu dan memandang ketidaksempurnaannya sehingga penerimaan Allah atas amal itu dapat terwujud.
“Ketika sholat, setiap orang pasti banyak yang pikirannya kemana-mana. Maka setelah sholat kita dianjurkan berdzikir, tadarus Al Qur’an dan ibadah lainnya yang dapat menutupi khilaf-khilaf kita ketika menghadap Alloh SWT,” ungkapnya.
“Sholat yang paling berat adalah shalat subuh dan shalat ashar. Dikatakan berat karena banyak yang terlambat melaksanakannya bahkan meninggalkan ke dua nya,” tambahnya.
Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Akan tetapi ini takkan berguna jika sedari awal  tidak konsentrasi pada shalat.
Dunia memang penuh dengan tipu daya dan godaan. Hal ini bisa membuat manusia terlena dan berlebihan dalam mencintai dunia serta hanyut dalam kenikmatan sementara ini. Kecintaan terhadap dunia bisa mengakibatkan munculnya sifat buruk di dalam hati manusia. Penyakit buruk ini akan meresap dalam jiwa seperti air yang menumbuhkan tumbuhan.
“Senang terhadap apa saja boleh-boleh saja, silakan. Tapi semua itu pasti akan berpisah karena ketika kita mati tidak akan membawa apa-apa dan tidak akan ada yang mau ikut dengan kita,” tuturnya.
Dokumentasi usai acara di Masjid Pangeran Diponegoro Karangsari Kota Blitar, Selasa (14/5/2019) malam.
Sikap tolerasi penting karena mengakui keragamaan sebagai kondisi alamiah yang perlu dihargai. Sikap toleran masih sangat rentan terhadap konflik dan perpecahan, ia mudah sekali dibelokkan.
“Toleransi antar sesama manusia, terutama sesama muslim sangat dianjurkan. Ketika kita merendahkan para kyai, maka anak turun kita tidak akan ada yang menjadi orang mulia, tidak ada yang jadi kyai,”pungkasnya tegas.
Reporter: Susiyah
Editor : Abd Umar