Teladani Pejuangan Pahlawan, Muslimat NU Adakan Haul Nyai Hj Siti Fatimah

Blitar, ibu-ibu Muslimat NU kota Blitar, melaksanakan Haul Ibu Nyai Hj. Siti Fatimah yang ke 10 di wisma Kauman Kota Blitar, Sabtu 27 April 2019.
Peringatan tersebut dikemas dalam bentuk Haul Muassis Nahdlatul Ulama Kota Blitar, yakni Nyai Hj. Siti Fatimah,  Nyai Hj. Istikhoroh Mudawari , Nyai Hj. Robithoh dan KH. Djalal Makhali Pakunden.
Haul diawali dengan sema’an  Al-qur’an, 30 juz. Berlangsung khusyu’ dan khidmat. Pengajian dan zikir pun menggema di wisma Kauman Kota Blitar. Peserta sema’an kali ini antusias sekali, berjumlah 3 kali lipat dari tahun lalu. Sekitar 5000 warga Nahdliyin.
Semaan Al-qur’an oleh Ibu-Ibu Muslimat NU Kota Blitar (27/4/2019)
Ibu Nyai Hj Siti Fatimah adalah pendiri muslimat NU di kota Blitar . Untuk mengenang jasa beliau, muslimat NU selalu mengadakan haul. Setiap tahun.
Peringatan haul (kata “haul” dari bahasa Arab, berarti setahun) adalah peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Biasanya, haul diadakan untuk para keluarga yang telah meninggal dunia atau para tokoh untuk mengingat dan meneladani jasa-jasa dan amal baik mereka.
Tradisi haul diadakan berdasarkan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan: Rasulullah berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’. Beliau mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan. (HR. Muslim)
Hadir dalam kesempatan itu, ketua muslimat NU Kota Blitar, Hj. Tatik Rosyid, ibu putri ibu Nyai Hj. Siti Fatimah, ibu Hj. Nikmah dari Jogyakarta dan ribuan warga Nahdliyyin di Kota Blitar.
Ibu Hj. Tatik Rosyid saat mengisi tausiyah menyampaikan, perlunya menjaga dan lebih memperkokoh lagi aqidah Alussunnah Waljamaah (Aswaja).
“Meskipun beliau-beliau para tokoh, pendiri, pendahulu Muslimat NU sudah wafat, tetapi ajaran, tarbiyah dan keteladanannya harus selalu ada di benak para kader muslimat NU semuanya.” Ungkap Ibu Hj. Tatik Rosyid yang juga ketua muslimat NU Kota Blitar ini.
Ia kemudian juga berpesan, apabila ingin hidupnya selalu diridhoi Allah dan mendapatkan syurga Allah, maka jagalah tauhid dalam hati.
Baca Juga
Ziarah Makam, Muslimat NU Kota Blitar Lestarikan Tradisi
Sementara, Kyai Slamet Daroini, dalam mauidotul khasanah mengatakan bahwa di tengah maraknya fitnah dan rongrongan kepada NU sangat penting mengingat dan merenungkan kembali perjuangan para pendiri NU.
“Betapa luar biasa perjuangan para pendiri NU itu, tidak hanya berkorban tenaga dan harta, tapi juga jiwa dan raga demi NU dan bangsa Indonesia,” katanya.
Oleh karenanya, menurut Kyai Slamet Daroini kita sebagai santri dan warga NU wajib menjaga NU juga dengan segenap jiwa dan raga.
“Mari jangan kita masukkan anak-anak kita ke pondok yang aqidahnya jelas-jelas bukan Aqidah Ahlussunah Waljamaah. Jangan masukkan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang jelas-jelas tidak senang kepada negeri kita, Indonesia. Jangan biarkan putra-putri kita masuk di organisasi-organisasi yang tidak memiliki haluan Ahlussunnah Waljamaah,” tandasnya.
Agenda untuk mengenang Ibu Nyai Hj. Siti Fatimah selain haul juga ziaroh ke makam di Jogyakarta, 13 April 2019.
Reporter: Choiriyah & Erlina
Editor : Abd Umar