Taqwa dan Doa bersama Nyai Ucik hingga Polwan Polresta Kota Blitar

Sabtu, 14 Muharam 1441/ 14 September 2019, Muslimat NU Ranting Plosokerep bersama Ta’mir Masjid Jami’ Ussisa Littaqwa, menggelar Santunan Anak Yatin & Duafa. Ikut memeriahkan acara pada malam ini, penampilan Group Hadrah/Sholawat dari ibu-ibu Polwan Polresta Blitar yang beranggotakan 12 personal. Selain itu Ibu Nyai Hj. Dr. Ucik Nurul Hidayati MPd-I melengkapi Kemeriahan acara Santunan yang telah dinanti-nanti oleh warga sekota Blitar.
Penampilan Polwan Polresta Kota Blitar dalam Santunan Anak Yatim dan Duafa’ Serta Pengajian Akbar Ranting Plosokerep Kota Blitar (14/9)
Rangkaian acara diawali lantunan sholawat dari Group Hadrah Ibu-Ibu Polwan Polresta Blitar. Dengan disambut tepuk tangan yang meriah dari para jama’ah yang hadir pada malam hari ini, group hadrahpun melemparkan senyumannya kepada semua jamaah yang hadir. Di tengah-tengah kesibukannya melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya sebagai Polisi Wanita, ibu-ibu Polwan ini menyempatkan diri berbaur di tengah-tengah masyarakat, mengajak kita semua untuk bersholawat kepada Nabi Agung Muhammad saw melalui kepiawaiannya memainkan musik hadrahnya dengan trampil.
Seusai acara hiburan hadrah dari ibu-ibu Polwan, dilanjutkan acara inti yang dimulai dengan Pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an dan diteruskan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon oleh group ibu-ibu Muslimat NU ranting Plosokerep, dan selanjutnya Santuan ratusan Anak Yatim dan Du’afa secara simbolis oleh Ketua Muslimat ranting Plosokerep (Ibu Siti Rufi’ah).
Penampilan Ibu-Ibu Muslimat NU saat mengisi acara
Kata-kata sambutan dari Ketua Panitia Penyelenggara acara, di sampaikan oleh Bpk Yai Imam Syahroni. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua fihak yang telah membantu terselenggaranya acara Santunan pada malam hari ini dengan baik. Sebagai Ketua Panitia, Bpk Yai Imam Syahroni juga tak lupa memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada segenap tamu undangan, apabila masih terdapat kekurangan di dalam penghormatannya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Nyai Hj. Tatik Kusumawati, BA selaku Ketua PC Muslimat NU Kota Blitar. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Ranting Plosokerep dan berharap bisa terus dilanjutkan sebagai agenda rutin setiap tahunnya. Tidak banyak yang disampaikan Ibu Nyai Hj. Tatik dalam sambutannya karena waktu yang tidak memungkinkan, di sudut utara Ibu Nyai Hj. Dr. Ucik terlihat sudah memasuki halaman Masjid Ussisa Littaqwa, dan sekaligus ucapan selamat datang disampaikan Ibu Tatik kepada Ibu Nyai Ucik yang baru datang. Dan Ibu Nyai Hj. Tatik segera mengakhiri kata sambutannya, dan menyambut kedatangan Ibu Nyai Hj. Ucik.
Usai kata sambutan, sampailah di acara yang di nanti-nanti, yaitu Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ibu Nyai Hj. Dr. Ucik Nurul Hidayati MPd-I, pemilik salah satu pondok pesantren di Pasuruhan.
Di dalam mauidhoh Hasanahnya beliau banyak mengajak para hadirin bersholawat untuk Nabi Agung Muhammad saw dengan berharap agar kelak di hari kemudian kita semua akan mendapatkan syafa’atnya serta diakui sebagai umat beliau. Dengan diadakannya majelis ta’lim, jam’iyah Yasin Tahlil, Jam’iyah Diba’ dan jam’iyah-jam’iyah lainnya, Ibu Nyai Hj. Ucik berharap kita semua akan dipertemukan kembali di akhirat nanti bersama, anak cucu, keluarga, para Kyai dan para Ulama di dalam majelis ta’lim seperti sekarang ini.
“Siapa yang bertaqwa kepada Alloh SWT dengan melaksanan semua perintahnya, menjauhi segala larangannya, kita semua akan dimasukan ke sorganya Alloh SWT.” Ucapnya
Beliau juga menyampaikan keutungan bagi kita semua yang mau melaksanakan sholat berjama’ah. Untuk mencapai tingkat khusuk sangatlah sulit. Namun jika dilaksanakan dengan berjama’ah, dan dari jumlah jama’ah sholat tersebut hanya terdapat 1 (satu) orang saja yang khusuk, maka 1 orang itu mampu menjadikan sholat seluruh jama’ah Di terima Alloh SWT.
Tausiyah terus berlanjut. Para hadirin sangat terkesima mendengarkan penyampaian Ibu Nyai Ucik yang sesekali beliau mengajak bersholawat para jama’ah agar tidak mengantuk. Lantunan suara merdu dan power yang luar biasa, mengiringi  jama’ah sehingga tetap semangat.
Ratusan Nahdliyin Ikut Menghadiri Pengajian Akbar di Ranting Plosokerep
Diakhir sesi tausiyahnya Ibu Nyai Ucik meriwayatkan Kisah Anak Yatim di zaman Rosululloh saw. Di saat Rosululloh sedang jalan-jalan keluar, ada seorang anak yang menangis tersedu-sedu. Dengan pakaianya yang sangat sederhana dan nampak murung. Lantas Rosululloh bertanya,” Nak, mengapa kau menangis? Anak kecil yang tidak mengenali bahwa yang di hadapanya itu Rosululloh, menjawab,” ayahku telah wafat. Ia mengikuti Rosululloh menghadapi musuh di sebuah pertempuran. Tetapi ayahku gugur dalam medan perang. Rosululloh terus mengikuti cerita anak tersebut. Ibuku menikah lagi. Ia memakan warisanku peninggalan ayahku. Sedangkan suaminya mengusirku dari rumahku sendiri. Kini aku tak memiliki apa-apa. Makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal. Aku bukan siapa-siapa. Tetapi hari ini aku melihat teman sebayaku merayakan hari raya bersama ayahnya dan aku tidak punya siapa-siapa. Untuk itu aku menangis.
Mendengar penuturannya Rosululloh terenyuh. Rosululloh yg duduk di hadapannya segera menggegam lengannya seraya berkata,” bila aku menjadi ayahmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husein sebagai saudaramu, Fatimah sebagai saudarimu? Tanya Rosululloh.
Mendengar tawaran itu, anak ini mengerti seketika bahwa orang dewasa di hadapannya itu tidak lain adalah Rosululloh saw. Kenapa tidak sudi ya Rosululloh? Jawab anak itu dengan senyum terbuka. Maka ikutlah anak yatim tersebut pulang bersama Rosululloh.
Santunan Yatim Piatu Ranting Plosokerep Kota Blitar
Kisah tersebut mengakhiri tausiyah Ibu Nyai Hj. Ucik yang terasa masih terlalu singkat, padahal waktu sudah mulai larut malam.
Acara Santunan diakhiri dengan doa, yang disampaikan oleh sesepuh ranting Plosokerep yaitu Bpk. KH. Abu Said, BA.
Reporter: Choiriyah