Deradikalisasi

Semua Tradisi Hasilkan Pahala Di Tangan Walisongo

Wakil Katib PWNU Jawa Tengah, KH Nasrulloh Afandi mengatakan para dai millenial perlu meniru cara dakwah Walisongo. Pasalnya setiap hal dari kebinekaan sebagai multiadat dan tradisi yang ada di Nusantara, ditangan Walisongo dikemas sebagai sarana untuk menghasilkan pahala. “Misalnya saja Kanjeng Sunan Kalijaga. Di tangannya, semua keragaman tradisi dirangkul dan dikemas sebagai sarana dakwah, plus menghasilkan pahala,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin (29/4) malam. Ia menegaskan hal seperti itu perlu kembali dan terus digalakkan. Mengingat sekarang ini bermunculan orang-orang yang mendeklarasikan

BAHAYA KOMUNITAS ROYATUL ISLAM (KARIM)

HTI telah bubar, lahir KARIM, yang telah menyerang anak muda kita, sasarannya komunitas pemuda dan sekolah menengah umum. Dinas pendidikan musti ambil tindakan, sebelum generasi kita menjadi pemberontak negeri ini. 1. HTI memang dibubarkan, namun gerak ideologis mereka tak akan pernah mati, tetap waspada, kali ini marak KARIM, sebuah komunitas muda Islam, cindil HTI yg menyerang anak2 SMU dan komunitas2 pemuda 2. Geraknya sama, tak akan menyebut HTI, namun tujuannya tetap tegaknya khilafah HTI, ada yg menarik dari KARIM ini, politik simbol