Keislaman

Macam-Macam Salafi

Kendat misi dan agenda kelompok salaf sama, yaitu ingin mengembalikan praktek keagamaan sesuai al-Qur’an dan hadis, serta pemahaman salafus saleh, namun pada praktknya kelompok ini berbeda antara satu sama lainnya, bahkan saling menyalahkan. Begitu pula antara satu tokoh dengan lainnya. Penelitan mutakhir tentang gerakan salaf yang ditulis oleh Din Wahib menjelaskan bahwa ada tga macam kelompok salaf yang berkembang di Indonesia. Tiga kelompok tersebut ialah salaf puris, salaf haraki, dan salaf jihadi. Pertama, Salaf Puris, yaitu kelompok yang mengampanyekan jargon kembali kepada

Penyebaran Wahabi di Indonesia

Perkembangan wahabi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Pada masa dulu, lembaga ini berhasil mengirimkan banyak mahasiswa untuk belajar ke Timur-Tengah berkat dukungan dana dari Jemaah Wahabi. Sebagian dari alumni Timur-Tengah tersebut menjadi agen penyebaran ideologi wahabi setelah pulang ke Indonesia. Selain DDII, LIPIA sebagai lembaga pendidikan Islam yang dibiayai penuh Arab Saudi juga berperan penting dalam penyebaran ideologi wahabi di tanah air. Sebagaimana diketahui, LIPIA memberikan beasiswa penuh kepada seluruh mahasiswa. Ini menjadi daya

Siapakah Wahabi?

Wahabi ialah aliran di dalam Islam yang ditujukan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab. Muhammad bin Abdul Wahab lahir pada tahun 1703/1115 di ‘Uyaynah. Ibnu Abdul Wahab berasal dari daerah Najd, belahan tmur kerajaan Arab Saudi sekarang. Terkait tempat kelahiran tokoh wahabi ini, Rasulullah SAW pernah mengatakan, “Di sana akan muncul kegoncangan dan ftnah, dan di sana pula nant muncul tanduk setan” (HR: al-Bukhari). Peryataan Rasul ini mungkin tidak berkaitan langsung dengan Muhammad bin Abdul Wahab, tetapi fakta sejarah menunjukan bahwa

Tradisi Semaan, Muslimat NU Kota Blitar Kupas Makna Al Quran di Masjid Baitul Anwar

Blitar, Sema’an Al-Qur’an atau Sima’an Al-Qur’an merupakan istilah untuk kegiatan menyimak atau mendengarkan pembacaan Al-Qur’an. Pada hari Sabtu, 20 Juli 2019 Ibu-ibu Muslimat NU kota Blitar menggelar sema’an Al-Qur’an yang bertempat di masjid Baitul Anwar, Sukorejo Blitar. Kegiatan ini berlangsung dari pagi hari hingga siang sebelum masuk waktu Dhuhur, karena masjid akan segera digunakan jama’ah sholat Dhuhur. Sema’an dihadiri oleh para puluhan penghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini rutin digelar cabang Muslimat NU Kota Blitar setiap Sabtu Legi sebulan sekali. Ketua Muslimat NU Kota

Salafi – Wahabi?

Sebenarnya salaf dan wahabi adalah dua kelompok yang berbeda, meskipun tujuan dan agenda mereka sama. Istlah salaf sendiri dipopulerkan pada tahun 1980-an oleh Nashiruddin al-Bani dan pengikut al-Bani menyebut dirinya Jemaah Salaf. Sementara wahabi ialah gerakan yang meneruskan perjuangan Muhammad bin Abdul Wahab. Al-Bani keberatan dengan istlah wahabisme karena terkesan mengkultuskan tokoh tertentu dan dia berupaya semaksimal mungkin untuk tidak mengikut pada pendapat satu ulama dan melepaskan diri dari ketaklidan serta merujuk langsung pada al-Qur’an dan hadis.Pada hakikatnya misi kedua kelompok

Santri nderek kyai

Siapa yang mau mengurus NU aku anggap santriku dan siapa yang menjadi santriku  aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya (KH . Hasyim Asy’ari)