Keislaman

Semarak Ramadhan, Ilkom UNU Blitar Bagi Takjil Gratis ke Pengendara

Blitar – Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, prodi Ilmu Komputer melaksanakan giat bagi-bagi takjil gratis. Acara tersebut dilakukan untuk memeriahkan Bulan Ramadhan. “Kegiatan ini dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (Himakom) dengan pembagian takjil gratis kepada pengemudi motor dan mobil. Hari ini kita laksanakan untuk berbagi kasih, silaturahmi semua orang warga Blitar,” ujar Dosen Ilmu Komputer, Abdullah Umar, Sabtu (18/5/2019). Kegiatan bagi-bagi takjil dilakukan di simpang pertigaan SMA 1 Blitar, Jalan Ahmad Yani, Kota Blitar. “Antusiasnya alhamdulillah saat ini takjil yang disediakan habis.

Revolusi Industri 4.0, KH Said Aqil Siroj: Manfaatkan Semaksimal Mungkin

Blitar Online – Kehadiran revolusi industri 4.0 sangatlah menantang zaman saat ini. Ia bisa meruntuhkan hubungan manusia mengingat kemudahan komunikasi mampu mendekatkan yang jauh, tetapi dalam waktu yang sama juga menjauhkan yang dekat. “Untungnya di NU ini bentengnya masih ada, yaitu majelis tahlilan, majelis yasinan, maulid diba,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan pada Grand Opening Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama di Bengkel Kreatif Hello Indonesia, Jalan Merpati Raya, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang

Berburu Berkah Ramadhan, Fatayat NU Kota Blitar Buka Bersama Merayakan Kebersamaan

Blitar – Bulan suci Ramadhan 1440H yang penuh dengan kemuliaan dimanfaatkan kaum muslimin untuk berburu berkah dan mendulang pahala. Seperti yang dilakukan Fatayat NU Kota Blitar. Mereka menggelar buka bersama dengan masyarakat di TK Al Hidayah Bendo Kota Blitar, Ahad (19/5) sore. Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr Habib Bawafi mengatakan, kegiatan buka bersama ini digelar untuk mempererat kerjasama antara NU dan banom. Menjaga komunikasi, agar  program-program kerja dapat tetap dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Pada kesempatan bulan suci Ramadhan, buka bersama

Amaliahnya NU Tapi Tidak Mau Disebut NU, Gus Lubby: Mereka Merusak NU Dari Dalam

Blitar – Di awal bulan Ramadlan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar Jawa Timur melakukan Safari Ramadhan yang dilakukan secara rutin dan terjadwal. Selama kegiatan berlangsung, sejumlah informasi kekinian tentang masalah agama dan organisasi disampaikan kepada jamaah. Safari ramadhan ke-9 ini berlangsung di Mushola Al-Ishlah Karangtengah Kota Blitar. “Alhamdulillah seluruh jadwal Syafari Ramadlan 1440 H PCNU Kota Blitar sudah terlaksanakan dengan lancar. Safari terakhir  ini disambut antusias warga sekitar, termasuk kehadiran seluruh pengurus NU Kota Blitar,” kata sekretaris PCNU Kota Blitar,

Tips Agar Amal Ibadah Diterima Allah Menurut KH. Nur Kholis

Blitar Online – Setiap orang boleh mengamalkan ibadah apapun antara lain shalat sunah, sedekah, puasa sunah, umrah, zikir, shalawat, bakti kepada orang tua, bantuan untuk mereka yang membutuhkan, dan lain sebagainya. Tetapi mereka juga sebaiknya memerhatikan status penerimaan amal ibadah itu di sisi Allah. Hal ini disinggung saat safari ramadhan PCNU Kota Blitar ke-8 di Masjid Pangeran Diponegoro, Karangsari Kota Blitar (14/5). A’wan PCNU Kota Blitar dan pengasuh PPMSQ (Pondok Pesantren Mambaul Syafaatil Qur’an) Ngegong Gedog Kota Blitar, KH. Nur Kholis

KH. Thoifuri: Tabayun Kunci Sukses Lawan Hoax

NU Blitar Online – Berita bohong atau dikenal hoax saat ini hampir meliputi beragam sendi kehidupan, mulai bisnis, kesehatan, pendidikan, politik, bahkan urusan agama. Hoax sengaja disebar pihak tertentu untuk dipercaya penerimanya. Biasanya tersebar luas melalui media sosial. Hal itu dikatakan Wakil Khatib PCNU Kota Blitar, KH. Thoifuri di sela mengisi safari ramadhan PCNU ke-7 di Mushola Al-Ittifaq Jl. Srigading Kepanjen Kidul, Kota Blitar (13/5). Dalam safari ramadhan, KH. Thoifuri menyampaikan,”Puasa jangan hanya tidak makan dan minum, tidak berkumpul suami istri, tidak

Santri nderek kyai

Siapa yang mau mengurus NU aku anggap santriku dan siapa yang menjadi santriku  aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya (KH . Hasyim Asy’ari)