Keislaman

Pentingnya Branding Bagi LazisNU

Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi filantropi. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah usaha sosial. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga NU Care lazisNU, yang notabene merupakan lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah yang telah dipercaya masyarakat. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan LazisNU, baik untuk layanan infaq, zakat dan shodaqoh. Dalam Madrasah Desain Filantropi (MDF) yang digelar NU Care LazisNU di Kampung Coklat

Bangun Kepercayaan Masyarakat, NU Care LazisNU Jatim Gelar Rakorwil

Blitar – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NU Care-LazisNU PWNU Jawa Timur yang digelar di Kampung Coklat Kab. Blitar pada 25 Desember 2019, berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat. Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Mahfud mengatakan NU memiliki kelebihan amalan dakwah yang kuat. “NU memang sedikit melemah di Jawa Barat tetapi amaliyah ubudiyah nya berhasil” ucapnya tegas. Dalam hidup bermasyarakat, kepercayaan adalah sesuatu hal yang sangat mahal nilainya dan untuk mendapatkannya pun perlu perjuangan apalagi mempertahankan yang namanya kepercayaan. Ketika seseorang dipercaya di lingkungan masyarakat,

Tahukah Anda? Kenapa Kyai NU Diserang dan Dijatuhkan ?

Taukah Anda? Kenapa Sayyid Seif Alwi diserang dengan isu Habib Palsu? Kenapa Gus Muwafiq diserang dengan isu menghina Nabi? Kenapa Abuya Kyai Said di serang dengan isu Liberal? Kenapa Abah Habib Luthfi di serang dengan isu Syi’ah? Jawabannya adalah karena mereka sedang ingin memberontak dan menghancurkan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)  sebagamana yang telah dilakukan di Suriah, Irak dan negara Timur Tengah lainnya. Benteng NKRI yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama (NU). Jadi bila ingin menghancurkan NKRI, maka hancurkanlah dulu NU. Bila ingin menghancurkan NU, maka hancurkanlah

Gelar Pelantikan Pengurus Sananwetan, Khozin Asrori: Harus Bisa Menjaga dan Mengawal Aqidah Aswaja

Blitar – Dalam rangka memperkuat kepenguruan di tiap-tiap ranting, pengurus Ansor dan Fatayat Sananwetan menggelar Parade Sholawat dan Pelantikan pengurus ranting Ansor dan Fatayat NU di Balai Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Sabtu (7/12) Pelantikan pengurus ini penting untuk melanjutkan tali estafet perjuangan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang menjadi pedoman Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sananwetan, Khozin Asrori, S.T mengatakan Aswaja adalah kelompok yang mengikuti rasulullah dan mengikuti sahabatnya. Menurutnya, berdasarkan

Cerdas Bermedsos

Perkembangan teknologi yang terus menerus semakin pesat membuat media sosial menjadi pilihan utama masyarakat dalam berkomunikasi diera sekarang ini, banyak masyarakat sekarang ini yang tidak bisa dipisahkan dengan Media sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebebasan setiap orang dalam membuat serta membagikan informasi baik yang positip maupun yang negative semakin tidak terkendali, dan yang paling memprihatinkan adalah semakin banyaknya kita temukan berita hoax di media social, banyak kita jumpai ujaran kebencian dan fitnah dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada orang

Santri Buktikan Kebenaran Ceramah Gus Muwafiq

Blitar – Jebolan Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Ustaz Ahmad Fauzan Rofiq membedah ceramah kontroversial KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq secara ilmiah. Magister pendidikan tersebut menguatkan betapa isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan ternyata memang ada dasarnya. “Namun beliau tetap minta maaf sebagai wujud kerendahhatiannya. Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kiai,” sesal Ustadz Fauzan Rofiq, Selasa (3/12). Menurutnya, ada tiga narasi yang dianggap kontroversial dari ceramah Gus Muwafiq. Pertama, Nabi

Santri nderek kyai

Siapa yang mau mengurus NU aku anggap santriku dan siapa yang menjadi santriku  aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya (KH . Hasyim Asy’ari)