Doa Nabi Saat Ramadhan, Disampaikan Saat Buka Puasa Bersama Walikota Blitar Dengan Ulama dan Guru Ngaji

Blitar – Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdul Karim Muhaimin menghadiri buka puasa bersama walikota Blitar ulama dan guru ngaji 2019. Buka puasa bersama ini juga dimeriahkan oleh Muballighin Sholawat Group (MSG). Dalam sambutan dan arahannya, Gus Karim menyampaikan harapannya agar negeri Indonesia dan khususnya Kota Blitar dapat terus maju. “Warga Blitar sebagai satu kesatuan dari NKRI dapat pula menjaga persatuan dan kedamaian,” terangnya.
Buka puasa bersama yang mempertemukan seluruh entitas warga kota Blitar itu, berlangsung di Koesoemawi Citro, kota Blitar, Senin (20/05/2019).
Di tambahkan pula Gus Karim menyampaikan rasa terima kasih dapat hadir bersilaturahmi bersama,”Alhamdulillah. Silaturahmi dapat terus terjalin. Kegiatan ini dapat semakin mempererat persaudaraan di kota Blitar. Kita dapat saling membantu satu sama lain dan saling menjaga.”
Sementara itu, plt walikota Blitar, Santoso, M.Pd mengapresiasi panitia pelaksana yang telah bekerja dengan baik sehingga buka puasa bersama ulama dan guru ngaji hari ini dapat berlangsung sukses.
Dalam tausiyahnya, Gus Karim menyampaikan bahwa di bulan ramadhan, Nabi Muhammad SAW selalu berdo’a :
Pertama, semoga umatnya kuat dalam melaksanakan puasa romadhon
Kedua, memohon anugerah kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah dari siksa api neraka.
Ketiga, dijauhkan dari segala penyakit.
Keempat, diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan sholat fardhu dan sholat sunnah.
Kelima, supaya dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an dengan istiqomah.
Pada hakikatnya saat ini sedang melakukan perjalanan mengarungi hidup di dunia yang akan menuju akhirat kelak. Dan seyogyanya jika seorang pengembara yang sedang melakukan perjalanan yang panjang, bekal yang dibawa untuk kehidupan hari ini di dunia terlebih lagi hari esok di akhirat kelak.
“Saat ini sudah banyak bermunculan tanda-tanda kiamat, mungkin kiamat sudah dekat. Dengan adanya hal ini jangan sampai kita bingung terutama TNI polri,” tutur pengasuh pondok pesantren Tarbiatul Falah Putri ini.
Gus Karim menambahkan, supaya kita mempersiapkan diri sebelum kiamat.
Pertama, selalu mengingat Allah SWT
Kedua, bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Ibadah adalah alasan Allah menciptakan manusia. Mencurahkan segenap usaha dan kemampuan dalam mempergunakan potensi diri untuk taat kepada Allah dan apa-apa yang bermanfaat bagi diri saat sekarang dan nanti, dan mencegah apa-apa yang membahayakannya.
Ketiga, selalu merasa diawasi Allah SWT
Keempat, selalu intropeksi diri
Kelima, bersabar.
“Bila kita mendapat cobaan, masalah yang  ruwet, maka kita harus bersabar. Jangan sampai ikut people power,” pungkasnya.
Keenam, Memaafkan.
“Bila kita menyakiti orang lain segeralah minta maaf. Dan bila kita dasakiti orang lain maka maafkanlah,” tuturnya lembut.
Reporter: Susiyah
Editor : Abd Umar