Barokah Bulan Muharram Menurut Muslimat NU

Blitar, Bulan September 2019 ini, umat Islam memperingati Tahun Baru Islam. Bulan Muharram pun datang menandai tahun Baru bagi umat Islam ini.
Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Muharram berarti ‘dipantang’, yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.
Di dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia. Bulan mulia lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Di bulan-bulan tersebut manusia dilarang menzalimi diri sendiri dan melakukan perbuatan dosa. Alih-alih, ini adalah waktu yang tepat untuk memetik berbagai keutamaan bulan Muharram.
Berikut deretan barokah bulan Muharram menurut Muslimat NU Kota Blitar seperti yang dirangkum NUBlitar.or.id pada Sabtu (7/9/2019) dalam acara Pengajian Rutin Sabtu Kliwon yang digelar di ranting Ngadirejo Kota Blitar.
Barokah bulan Muharram pada awal bulan ditahun hijriah
Doa merupakan bentuk permohonan yang berisi harapan, permintaan, dan pujian kepada Allah SWT.
Secara spesifik tak ada doa khusus yang dilafalkan pada akhir atau awal tahun baru Islam. Doa yang banyak beredar merupakan doa yang dibuat oleh alim ulama atau pemuka agama untuk memudahkan umat Islam yang ingin berdoa menyambut tahun baru.
Dalam ceramahnya, ketua Muslimat NU Kabupaten Blitar, Ibu Nyai Hj. Masluki menjelaskan,”Kaum muslim memakai tahun hijriah karena untuk mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW yang hijrah dari Mekkah ke Madinah,” ungkapnya.
Diceritakan kemenangan Nabi Musa atas Firaun yang zhalim ini juga terjadi pada bulan Muharram. Ketika penduduk Mesir semakin fanatik dengan kekufuran mereka. Permusuhan dan pengingkaran mereka terhadap utusan Allah (Musa) kian mengobarkan hasrat untuk membunuh dan menindas beliau dan orang-orang yang mengikutinya.
Mereka mengikuti raja mereka yang zhalim, Firaun. Saat itulah Allah tegakkan hujjah-Nya membinasakan mereka semua. Mereka menyaksikan sendiri tanda-tanda dan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Sayangnya, dengan kekuasaannya, Firaun menekan rakyatnya untuk mengingkari kebenaran yang dibawa Nabi Musa.
“Oleh rosul dikatakan bahwa memperingati bulan Muharram sebenarnya juga memperingati kemenangan nabi musa atas firaun. Maka disunahkan untuk puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Atau puasa sunah tanggal 10 dan 11 Muharram.” katanya tegas.
Dokumentasi Muslimat NU Kota Blitar saat Sabtu Kliwon di rangting Ngadirejo Kota Blitar (7/9/2019)
Keutamaan bulan Muharram
Bulan Muharram merupakan bulan yang penuh barokah, maka kaum muslim harus memanfaatkan bulan baik ini untuk melakukan hal-hal yang terbaik.  Berikut ini rangkuman keutamaan Muharram, dalam agenda Sabtu Kliwon yang dihadiri sekitar 800 – 1000 nahdliyin sekota Blitar.
1. Melakukan puasa maka kita mendapat pahala seperti berpuasa dalam 1 tahun
2. Bersedekah maka pahalanya seperti bersedekah 1 tahun
3. Memberi sedekah anak yatim maka pahalanya seperti bersedekah kepada seluruh anak yatim didunia
4. Menjenguk orang sakit maka pahalanya seperti pahala kita menjenguk orang sakit sedunia
Santunan kepada perwaklian anak yatim dari 9 ranting muslimat kota Blitar (7/9/2019)
Kegiatan Sabtu Kliwon ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Yalal Wathon serta sholawat An Nahdiyah, sebagai bukti Nahdlatul Ulama setia pada negara, bangsa dan agama. Tidak lupa, tahlilan kirim doa kepada para pendiri NU, para pendiri Muslimat NU dan seluruh leluhur jama’ah yang hadir.  Muslimat NU Kota Blitar  juga memberikan santunan kepada perwaklian anak yatim dari 9 ranting muslimat kota Blitar
Reporter : Erlina