
NUBlitar — Dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama, warga Nahdliyin Blitar Raya menggelar Istighotsah Kubro di Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, Sabtu (24/01/2025). Kegiatan ini menjadi ruang doa bersama sekaligus ikhtiar batin untuk mensyukuri perjalanan panjang NU dalam merawat umat dan bangsa.
Rangkaian acara diawali pukul 05.00 WIB dini hari dengan Khotmil Qur’an dan doa, dilanjutkan lantunan sholawat serta penampilan paduan suara santri Blitar Raya yang melibatkan beberapa lembaga pendidikan Ma’arif NU dan pondok pesantren. Pengumandangan Indonesia Raya dan Subbanul Wathon menjadi penegasan nilai keislaman, pendidikan, dan kebangsaan yang tumbuh dalam tradisi NU.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.Ag, Bupati Blitar, Bupati Blitar Drs. H. Riyanto, M.M, Forkopimda, jajaran pengurus NU, serta para alim ulama , kiai dari Kota dan Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana , H. Hartono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar agenda keagamaan saja, “istighotsah ini sebagai ikhtiar tolak balak. Harapannya Blitar Raya tetep adem ayem,” ujarnya.
Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibin menyampaikan bahwa “Istighotsah Kubro merupakan wujud kebersamaan dan rasa syukur warga Nahdliyin dalam menyambut usia satu abad NU. Kontribusi NU terhadap perjalan bangsa ini cukuplah besar, mengingat bahwa NU lahir pada 31 Januari 1926, melalui peran ulama, termasuk KH. Hasyim Asy’ari yang tidak hanya membesarkan Jam’iyah, tetapi juga berperan nyata dalam sejarah Indonesia. Bangsa Indonesia akan sulit berkembang tanpa NU, ” tegasnya saat ia memberikan sambutan dengan memakai baju seragam Banser. 
Sambutan juga disampaikan oleh Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kyai Muqorrobin, S.Ag, dan Ketua PCNU Kota Blitar, Dr. H. Habib Bawafi, M.HI, yang mengajak warga Nahdliyin menjadikan peringatan satu abad NU sebagai momentum penguatan khidmat, menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, serta merawat persatuan.
Puncak kegiatan diisi dengan Orasi 1 Abad NU oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz, dilanjutkan Istighotsah Kubro yang dipimpin KH. Sulhan Zubaidi, serta doa bersama yang di pimpin 9 kiai yang terdiri dari KH. Moh. Ardani Ahmad, KH. Harun Syafi’i , KH. Dliya’uddin Azzam Zami, KH. Abdulloh Mu’thi, KH. Syaiful Bahri, KH. Muhtar Lubby ,M.A. KH. Ali Wafa, KH. Buchori dan KH. M. Husnan Dimyati.
Melalui Istighotsah Kubro ini, Nahdlatul Ulama di Blitar Raya meneguhkan kembali perannya sebagai penjaga tradisi keagamaan, penggerak pendidikan, dan perekat kebangsaan.
kontributor : Hilda
editor : A.Rois


