admin

About admin

This author admin has created 70 entries.

Doa Bernada Mengancam Tuhan gara-gara Pilpres?

Salah satu tata cara berdoa memang hendaknya dilakukan dengan redaksi yang mantap dan mendesak seperti “Ya Allah kabulkan doaku”, bukan dengan redaksi yang setengah-setengah semisal “Ya Allah kabulkanlah bila Engkau berkenan”. Meskipun redaksi doa terkesan memaksa, tetap saja tak ada yang bisa memaksa Allah. Nabi Muhammad bersabda: لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ، فَإِنَّ اللهَ صَانِعٌ مَا شَاءَ، لَا مُكْرِهَ لَهُ “Janganlah sekali-kali seseorang dari kalian mengatakan; ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau

Islam Nusantara, Manifestasi Islam Rahmatan lil Alamin

Oleh Adi Candra Wirinata Mungkin seluruh umat Islam menginginkan adanya perubahan sosial-politik dengan syari’at Islam, tapi harus disadari bahwa lahirnnya Islam bertujuan menghapus ketidak-manusiawian, bukan menyingkirkan kebudayaan. Sebagaimana perkembangan Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, tidak begitu saja menggantikan kebudayaan yang telah ada. Seperti yang telah tercatat dalam sejarah, bahwa Nusantara kaya akan budaya. Oleh karena itu, tidak bisa dipertentangkan antara budaya dan agama, selama tidak bertentangan dengan akidah Islam. Dakwah Islam di Nusantara pertama kali lebih mementingkan keamanan dan kenyamanan rakyat

Tujuh Etika Membayar Zakat

Selain mengetahui berbagai hukum zakat, hendaknya seorang muzakki  (orang yang hendak membayar zakat) juga memperhatikan berbagai etikanya sehingga pembayaran zakatnya diterima dan diridhai Allah SWT. Lalu apa saja etika membayar zakat yang harus diperhatikannya? 1. Segera Membayar Zakat Setelah Waktu Wajibnya Tiba Ini dilakukan karena beberapa pertimbangan, yaitu: a) menampakkan rasa senang menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya; b) membahagiakan orang yang menerimanya; c) sadar bahwa kalau ditunda bisa saja ada hal lain yang menghalanginya; dan d) menjadi maksiat apabila sampai habis

Tidak Shalat Selama Bertahun-tahun, Apakah Wajib Qadha?

Seorang Muslim dalam menjalani dinamika kehidupannya pasti tidak lepas dengan pasang surut dalam hal ketaatannya menjalankan kewajiban agama. Terlebih bagi orang awam yang hidup jauh dari pengayoman ulama atau sebenarnya berada dalam lingkungan yang islami, hanya saja ia merasa belum mendapatkan hidayah untuk taat melaksanakan kewajiban agama, hingga akhirnya dalam menjalani kesehariannya selama bertahun-tahun ia tidak melaksanakan shalat. Seiring lewatnya tahun demi tahun, ia mulai tersadar dan merasa menyesal tidak melaksanakan kewajiban shalat, hingga akhirnya ia berinisiatif mulai sejak saat itu

Menempelkan Kaki dengan Kaki Orang Lain dalam Merapatkan Shaf

Menyempurnakan barisan shaf shalat merupakan salah satu hal yang menjadikan shalat jama’ah menjadi lebih utama. Jika barisan shaf shalat tidak teratur, maka akan berpengaruh terhadap fadhilah jama’ah bagi para makmum yang mengikuti jamaah, sebab barisan shaf yang tidak teratur merupakan salah satu kemakruhan dalam shalat jama’ah yang menyebabkan fadhilah jamaah menjadi hilang menurut Imam Ibnu Hajar (Lihat Syekh Husein Abdullah, Itsmidul ‘Ainain, halaman 33). Dalam praktiknya, sebagian masyarakat ada yang berpandangan bahwa menyempurnakan shaf ini adalah dengan cara menempelkan kaki kita

Hukum Shalat dengan Memakai Masker

Shalat merupakan ibadah yang memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Sejak sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelahnya, ada saja problematika yang menarik dipelajari hukum fiqihnya. Termasuk di antaranya adalah persoalan memakai masker. Karena pertimbangan kesehatan dan lainnya, seseorang tidak melepas maskernya saat shalat. Bagaimana hukumnya shalat memakai masker? Agama tidak melarang penggunaan berbagai atribut yang dikenakan ketika shalat, seperti sorban, selendang, peci, sajadah dan lain sebagainya. Termasuk dalam titik ini adalah masker. Asalkan benda-benda tersebut suci, maka diperbolehkan untuk dikenakan saat shalat.

Shalat Tahajud Berjamaah, Bolehkah?

Shalat tahajud didefinisikan oleh para ulama sebagai shalat yang dilakukan setelah melaksanakan shalat isya’ dan dilaksanakan setelah tidur. Terlaksananya dua hal ini (dilaksanakan setelah tidur dan setelah melaksanakan shalat isya’) merupakan syarat yang harus terpenuhi, agar shalat yang dilakukan di malam hari dapat dihitung sebagai ibadah shalat tahajud. Dengan demikian, akan tergolong dalam anjuran yang dijelaskan dalam Al-Qur’an: وَمِنْ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَك عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu.

Jenazah Masih Boleh Dishalati di Kuburannya setelah Berapa Lama?

Menurut pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’i, shalat jenazah di kuburan diperbolehkan bagi orang yang terkena tuntutan kewajiban saat kematian mayat. Oleh sebab itu, tidak sah menshalati jenazah para sahabat atau para wali yang wafat sejak beberapa abad yang silam, misalkan kuburan Wali Songo. Sebab saat beliau-beliau wafat, kita belum lahir, lebih-lebih terkena tuntutan kewajiban menshalati. Berbeda dengan jenazah yang saat kewafatannya kita sudah terkena tuntutan kewajiban, misalkan saudara atau kiai yang baru saja wafat beberapa waktu silam, maka hukumnya sah,

Hukum Memegang Mushaf Al-Qur’an oleh Anak-anak

Al-Quran merupakan rujukan utama umat Islam. Setiap anak perlu dikenalkan dengan Al-Quran sejak usia dini. Mulai belajar huruf-huruf hijaiyyah, harakat, menyambung dan seterusnya hingga tingkatan mereka bisa membaca Al-Quran atau menghafalkannya dengan fasih. Mengajarkan Al-Quran kepada anak merupakan kewajiban orang tua masing-masing. Apabila orang tua tidak mampu, mereka bisa meminta tolong kepada guru-guru yang kredibel dan kompeten di bidangnya. Meski demikian, kewajiban dasar mengajar tetap tetap dipikul orang tua masing-masing. Guru hanya sebagai pembantu. Rasulullah ﷺ bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu

Selamatkan Anak-Anak Yaman dari Ancaman Kematian

Anak-anak Hadapi Berbagai Masalah Kemanusiaan UNICEF menyatakan bahwa perang di Yaman adalah neraka bagi 11 juta anak di bawah usia 18 tahun karena tak hanya peperangan antar dua kubu yang harus mereka hadapi, melainkan peperangan dalam kekurangan makanan, memerangi penyakit, akses layanan sosial, bahkan hanya untuk mendapatkan tempat tinggal di pengungsian. PBB pun menilai, situasi yang saat ini terjadi di Yaman dapat dikategorikan sebagai bencana kelaparan terburuk dalam sejarah selama 1 abad terakhir. Bencana kelaparan ini juga mengancam 8,4 juta warga yang benar-benar