Abdullah_Umar

About Abdullah Umar

This author Abdullah Umar has created 175 entries.

Mirip Masjid Nabawi Madinah, Begini Pesona Masjid Ar-Rahman

Blitar – Masjid Ar-Rahman merupakan salah satu masjid yang ramai dikunjungi oleh masyarakat Blitar bahkan dari luar daerah. Masjid yang terletak di Jalan Ciliwung, Kota Blitar ini memiliki arsitektur yang mirip dengan Masjid Nabawi, Madinah. Ketika masuk area masjid kita disambut dengan 10 tiang penyangga payung berdiri yang berjajar dengan megah. Bentuk payung ini seperti yang tampak di teras luar Masjid Nabawi ditambah dengan ornamen tembaga berwarna emas melilit di bagian atas tiang yang dihiasi lampu indah dengan bentuk serupa

Khotmil Qur’an Sebagai Refleksi Harlah GP Ansor 87

Blitar – Setiap umat muslim selalu dianjurkan untuk senantiasa membaca kitab suci Alquran. Selain mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, membaca Alquran juga merupakan upaya untuk mencapai kelapangan hidup agar terhindar dari segala kesempitan. Dilansir dari laman NU Online, seorang mukmin yang senantiasa membaca Alquran digambarkan dalam hadits Abu Dawud, seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis akan tetapi tidak memiliki aroma wangi. Seseorang yang senantiasa

Harlah ke-71, Fatayat NU Kota Blitar Gelar Berbagai Aksi Demi Ketahanan Perempuan

Blitar – Dalam rangka menyambut Hari Lahir ke-71 (Harlah) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU),  Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Blitar gelar berbagai aksi kegiatan. Acara tersebut di antaranya ziarah muassis, khatmil qur’an, ramadhan sehat cegah stunting bersama ibu hamil, pertasyarufan mukena hingga pengibaran bendera Fatayat NU di Kota Blitar. Rangkaian tersebut diawali dengan kegiatan ziarah muassis yang dilaksanakan makam Bung Karno (Presiden RI pertama). Kemudian secara berturut-turut ziarah ke Bpk KH Solihin (mantan ketua NU) , Mbah KH Ma’ruf  (sesepuh NU), KH

Peduli Korban Gempa Kesamben, NU Salurkan Bantuan

Blitar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) – Care Lembaga Amil Zakat Infak Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Blitar menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban gempa, Selasa (13/04/2021). Sasarannya yakni korban gempa yang berada di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. “Bantuan dari LAZISNU itu berkah,” ungkap Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar, K Yusuf Afandi Reky disela-sela menyerahkan bantuan kepada warga Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang rumahnya terdampak gempa hingga hampir roboh. Tentu saja berkah, sebab bantuan dari

Langkah Awal Terwujudnya Umat Ideal

Langkah awal menuju terwujudnya umat yang ideal (seperti yang dicita-citakan) atau biasa disebut Mabadi’ Khaira Ummah merupakan perilaku (akhlak) yang diharapkan dimiliki oleh kaum Nahdliyin. Hal ini perlu dicanangkan demi terbentuknya umat terbaik yakni umat yang mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.  Tentunya dengan cara yang baik. Menegakkan yang benar (amar ma’ruf) dengan cara yang baik dan melarang yang salah (nahi mungkar) dengan cara yang baik pula. Dengan demikian Mabadi’ Khaira Ummah sesuai dengan Firman Allah surat Ali Imron ayat 110, yang

Meninjau Yayasan Pendidikan Fatayat NU Kota Blitar, Kelompok Bermain Nurul Huda. Begini Detailnya !

Blitar – Kelompok bermain (KB) atau playgroup merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD sendiri terbagi menjadi 2 jalur, yaitu pendidikan non-formal untuk usia 2-4 tahun (KB) dan pendidikan formal untuk usia 4-6 tahun (taman kanak-kanak/TK). Dalam KB, anak-anak dibimbing agar kepribadian, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat dan keterampilannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan belajar di KB harus bersifat menyenangkan dan tidak membebani si kecil. Saat dikonfirmasi NUBlitar Online, wakil ketua Fatayat NU Kota Blitar, Erma Tut Chusnia, S.Pd,  menjelaskan beberapa manfaat si

Puluhan Santri Ponpes Al Muhsin Ziarahi Makam Pahlawan Nasional di Jombang

Blitar – Di Indonesia, orang Islam kebanyakan melakukan ziarah kubur kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Meski sudah jadi kebiasaan, hukum ziarah kubur bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya.  Ziarah kubur menurut Islam hanyalah salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian. Dengan ziarah kubur, umat Islam akan mengingat bahwa kematian itu nyata. Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi Nahdlatul

Aksi Kemanusiaan di Tengah Pandemi, LAZISNU Kota Blitar Terus Berbagi

Blitar – Pandemi covid-19 yang melanda masyarakat ternyata dapat menimbulkan kepedulian antar sesama. Di Kota Blitar, aksi berbagi 300 kg beras, 100 nasi kotak, hingga 20 paket bencana banjir diberikan kepada para warga yang membutuhkan saat menyongsong Harlah NU 98. Kali ini NU Care LAZISNU Kota Blitar telah menggelar beberapa kegiatan selama memeriahkan Harlah NU ke 98, Jum’at (26/2). Program tersebut sengaja diselenggarakan NU Care LAZISNU Kota Blitar dalam rangka memperkuat aksi kemanusiaan di tengah Pandemi Covid-19. Ketua NU Care-LAZISNU Kota Blitar,

Sambut Harlah NU ke-98 Versi Hijriah, PCNU Kota Blitar Gelar Berbagai Kegiatan Berturut-Turut. Berikut Detailnya

Blitar – Menyambut hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 versi tahun Hijriah, PCNU Kota Blitar menginstruksikan kepada jajarannya untuk menggelar berbagai kegiatan. Mengutip pernyataan Ketua PCNU Dr K Habib Bawafi, MHI yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut menyemarakkan Harlah NU ke-98. “Ada 13 kegiatan. Mulai peresmian kartor GP Ansor hingga diadakan Ngaji Bareng yang ada disini dengan tetap protokol kesehatan” tuturnya. Berikut Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah NU ke-98 yang berhasil dihimpun redaksi: Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah

Aswaja dan Politik

Tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah lahir dari kalangan sahabat Nabi yang bersikap netral (tidak memihak) dalam perebutan kekuasaan. Pada waktu itu berkembang berbagai aliran teologis (kalam) yang saling bersaing. Aliran-aliran tersebut antara lain: Khawarij, Syiah, dan Muktazilah. Kelahiran aliran teologi tidak terjadi tanpa sebab dan seringkali ada kepentingan politik di dalamnya Asal usul kelompok Aswaja nampak pada para sahabat yang bersikap netral dalam perebutan kekuasaan setelah masa Khulafaur Rasyidin. Meski demikian, aliran teologi Aswaja lahir atas prakarsa Khalifah Abdul Malik untuk menciptakan ketertiban