Islam Nusantara

Sholawat & Rotibul Haddad, Cara Sabilunnajah Peta Bentengi Masyarakat Dari Kebodohan

Blitar – Ratibul Haddad merupakan amalan yang berisi doa dan dzikir yang disusun oleh ulama asal Hadramaut, Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad (1055-1132 H). Sebuah amalan yang memiliki banyak khasiat sangat dahsyat, sehingga kerap dijadikan amalan rutin umat Islam, termasuk di pondok pesantren hingga masyarakat nahdliyin. Kini, majlis ta’lim, dzikir dan sholawat Sabilunnajah menggiatkan kembali Rutinan Pembacaan Sholawat & Rotibul Haddad. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di Pondok Pesantren Bustanulmutaallimin Kota Blitar setiap dua minggu sekali. Rois Syuriah Pengurus

Menguak Arti Islam Nusantara

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Islam Nusantara? Sebuah pertanyaan selalu menjadi diskusi asyik netizen jagad maya. Islam Nusantara adalah Islam yang empirik dan distingtif sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, penerjemahan, vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya, dan sastra di Indonesia Islam Nusantara telah ada sejak dulu, namun minim data thabaqat (biografi) yang komprehensif dari para tokoh muslim Nusantara setidaknya sejak abad ke-16. Hal ini berbeda dari fakta yang ada di Arab dan Persia, yang mengakibatkan bangunan sejarah keduanya sangat kokoh lantaran

Penentuan Arah Kiblat, Begini Fungsinya di Kota Blitar

Blitar – Arah kiblat digunakan oleh umat Islam dalam melakukan berbagai ibadah seperti salat, mengubur jenazah, melempar jumrah, berdoa dan berzikir, menyembelih hewan kurban, hingga buang hajat. Semua aktivitas tersebut memerlukan arah kiblat agar ibadah kita sah dan diterima oleh Allah Swt. Dalam kepengurusan organisasi PCNU Kota Blitar, lembaga yang mengadakan penetapan arah kiblat yakni Lembaga Falakiyah. Kali ini Lembaga Falakiyah menggelar penetapan arah kiblat di Masjid Hidayatullah Jalan Manggar Sukorejo, Kota Blitar. Senin (9/8/2021) Lembaga Falakiyah selalu memberikan bantuan

Ihktiar Menuju 1 Abad NU Dengan Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah Demi Perkuat Organisasi Di Blitar

Blitar – Dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan komunikasi internal, PWNU Jawa Timur mengadakan turba bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah Menuju 1 Abad NU ke sejumlah PCNU-PCNU di Jatim. Turba dilaksanakan, di antaranya di Sampang, Sumenep, Lamongan, Bojonegoro, Magetan, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Sidoarjo. Kali ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengelar turba ke NU Kab.Kota Blitar dengan terus menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah di

Langkah Awal Terwujudnya Umat Ideal

Langkah awal menuju terwujudnya umat yang ideal (seperti yang dicita-citakan) atau biasa disebut Mabadi’ Khaira Ummah merupakan perilaku (akhlak) yang diharapkan dimiliki oleh kaum Nahdliyin. Hal ini perlu dicanangkan demi terbentuknya umat terbaik yakni umat yang mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.  Tentunya dengan cara yang baik. Menegakkan yang benar (amar ma’ruf) dengan cara yang baik dan melarang yang salah (nahi mungkar) dengan cara yang baik pula. Dengan demikian Mabadi’ Khaira Ummah sesuai dengan Firman Allah surat Ali Imron ayat 110, yang

Aswaja dan Politik

Tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah lahir dari kalangan sahabat Nabi yang bersikap netral (tidak memihak) dalam perebutan kekuasaan. Pada waktu itu berkembang berbagai aliran teologis (kalam) yang saling bersaing. Aliran-aliran tersebut antara lain: Khawarij, Syiah, dan Muktazilah. Kelahiran aliran teologi tidak terjadi tanpa sebab dan seringkali ada kepentingan politik di dalamnya Asal usul kelompok Aswaja nampak pada para sahabat yang bersikap netral dalam perebutan kekuasaan setelah masa Khulafaur Rasyidin. Meski demikian, aliran teologi Aswaja lahir atas prakarsa Khalifah Abdul Malik untuk menciptakan ketertiban

Fakta Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara, Ustadz Arif: Islam Berkembang Melalui Budaya

Blitar – Pembelokan sejarah yang dilakukan kelompok khilafahisme selama ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Termasuk bagi kalangan masyarakat Blitar. Perlu kiranya masyarakat yang tahu untuk meluruskan sejarah yang terbelok itu. Diskusi pelurusan sejarah yang dilakukan Aswaja Center Kota Blitar pada acara Podcast Aswaja, menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Peserta sangat antusias memperhatikan kata demi kata yang terucap dari Arif Muzayin, badayawan-sejarawan Blitar. Seperti mengutip Republika.co.id Film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang tayang secara virtual selalu menyisakan polemik. Tayangan tersebut pun akhirnya diblokir

Amaliah Aswaja, Kyai Sukamto: Harus Ada Fikroh, Harokah dan Ghirah.

Blitar – Perkembangan radikalisme semakin hari dinilai semakin merajalela, sebab itu perlu diantisipasi agar tidak semakin tumbuh subur. Dinilai efektif cegah radikalisme, Aswaja  Center Kota Blitar telah melakukan pencegahan secara dini dan telah terbukti dengan menggelar Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, Kota Blitar. Ahad, 30/08/2020. Ketua Aswaja Center Kota Blitar, Jatim, Kyai Sukamto Abdul Hamid mengajak seluruh warga dan pengurus NU untuk secara kolektif menjalankan harakah, fikrah dan ghirrah dalam ber NU. “Sejak awal, Nahdlatul Ulama

Sikap Aswaja An Nahdliyah Terhadap Hari Besar Keagamaan dan Kenegaraan

Blitar – Islam sebagai agama samawi memiliki banyak ciri khas (khashaish) yang membedakannya dari agama lain. Ciri khas Islam yang paling menonjol adalah tawassuth, tasamuh, i’tidal dan tawazun. Tawassuth berarti mengambil jalan tengah, yaitu sikap tidak condong kepada ekstrem kanan maupun kelompok ekstrem kiri. Tasamuh berarti toleran, maksudnya Islam itu toleran terhadap perbedaan pandangan dalam masalah agama budaya dan adat istiadat.I’tidal artinya tegak lurus yaitu sikap tegak menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama. Dan tawazun

Rais Syuriah PCNU Kota Blitar Bimbing Seorang Mualaf Masuk Islam

Blitar, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur KH Abdil Karim Muhaimin membimbing seorang mualaf mengikrarkan dua kalimat syahadat, Senin (1/6) siang. Kali ini yang dibimbing masuk Islam oleh Gus Karim adalah seorang warga asal jalan Wr Supratman No. 92 Bendogerit Kota Blitar, Angga Hendra Setiawan. Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Blitar dan disaksikan beberapa jamaah. Acara pembacaan ikrar dua kalimat syahadat berlangsung khidmat dan lancar turut disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota