Aswaja NU Center Kota Blitar

Shalawat, Kyai Sukamto: Sebagai Pematik Terkabulnya Doa

Blitar – Salah satu hikmah bershalawat adalah mereka yang bershalawat memiliki kesamaan aktivitas dengan malaikat, yaitu bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kali ini Aswaja Center menggandeng Majlis Az Zayn  menggelar Ratibul Hadad dan Sholawat Untuk Bumi Bung Karno dengan dukungan NU Care LAZISNU di Auditorum PCNU Kota Blitar, Jl Cisadane 9 Bendo Kota Blitar. (Ahad,31/1/2021) Ketua Aswaja NU Center Kota Blitar, Kyai Sukamto Abdul Hamid menjelaskan pentingnya membaca sholawat bagi masyarakat nahdliyin. “Keutamaan membaca shalawat disebutkan dalam riwayat Imam Muslim,  pahala bagi

Spirit Ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah

Munculnya Asy’ariyah dan Maturidiyah merupakan upaya mendamaikan antara kelompok Jabariyah dengan kelompok Qadariyah (yang dilanjutkan oleh Mu’tazilah) yang mengagung-agungkan manusia sebagai penentu seluruh kehidupannya. Sikap moderat keduanya merupa-kan ciri utama dari kaum Aswaja dalam beraqidah. Sikap  tawasuth diperlukan dalam rangka untuk merealisasikan amar ma’ruf nahi munkar yang selalu mengedepankan kebajikan secara bijak. Yang prinsip bagi Aswaja adalah berhasilnya nilai-nilai syariat Islam dijalankan oleh masyarakat, sedangkan cara yang dilakukan harus menyesesuaI kan dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat. Aswaja menolak ajaran-ajaran yang dimiliki oleh

Aqidah Aswaja An-Nahdliyah

Pada zaman Rasulullah SAW masih ada, perbedaan pendapat di antara kaum Muslimin (sahabat) langsung dapat diselesaikan Nabi Muhammad SAW. Tapi sesudah beliau wafat, penyelesaian semacam itu tidak ditemukan. Perbedaan sering muncul lagi sebagai pertentangan dan permusuhan di antara mereka. Kemudian masuk ke dalam wilayah agama, terutama seputar hukum seorang Muslim yang berbuat dosa besar. Mereka berselisih paham tentang status hukum orang berbuat dosa besar ketika dia meninggal, apakah dia tetap mukmin atau sudah kafir ? Persoalan aqidah ini meluas ke persoalan-persoalan

Ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah satu golongan yang mengikuti sunnah Nabi dan para sahabat, terutama para khulafaurrasyidin. Hal itu sesuai dengan hadits Nabi: “Hendaklah kalian berpegang kepada sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin sesudahku.”  Tentu saja berpegang kepada sunnah Rasulullah dan sunnah para sahabat itu juga berpegang kepada Al-Qur’an. Bukankah akhlak Nabi itu adalah Al Qur’an? Yang disebut khulafaur rasyidin adalah empat khalifah pengganti Rasulullah, yaitu : Abu Bakar Shidiq Umar bin Khathab Utsman bin Affan  Ali bin Abi Thalib Jadi berdasarkan hadits, mengikuti keempat khalifah ini termasuk juga mengikuti

Mengurai Benang Merah Ziarah Kubur

Dari zaman ulama naik unta hingga para kyai naik toyota, perdebatan seputar tradisi ziarah yang tetap ramai dibicarakan. Ziarah kubur merupakan salah satu perbuatan yang mengalami perubahan (nasikh-mansukh). Pada zaman awal Islam, Rasulullah melarang melakukan praktik ini, tapi kemudian larangan tersebut mansukh (diubah) menjadi suatu perbuatan yang diperbolehkan untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam, dulu beliau (Nabi) khawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan, umat Islam akan menjadi penyembah kuburan. Setelah akidah umat Islam kuat dan tidak ada kekhawatian

Sejarah Perpecahan dan Pemersatu Umat

Ahlussunah wal Jama’ah (disingkat Aswaja) merupakan suatu istilah yang diperebutkan maknanya oleh berbagai firqah atau kelompok Islam. Hal itu karena Aswaja merupakan suatu kelompok yang benar dan akan masuk ke dalam surga. Hal ini dinyatakan dalam hadits Nabi yang berbunyi:  “Rosululloh SAW bersabda: demi Tuhan yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku nanti akan pecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan yang 72 golongan akan masuk neraka, seorang sahabat bertanya, “Siapakah mereka yang masuk surga itu, ya Rosulalloh? “

Cara Berfikir Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

Ahlussunnah Wal Jamā’ah (Aswaja) adalah golongan yang menjadikan hadis Jibrīl yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, bahwa pilar agama itu ada tiga yaitu: Iman,Islam dan Ihsān. Pembagian ilmu ada tiga yaitu: aqidah, fiqih dan suluk. Setiap imam Aswaja telah melaksanakan tugas sesuai bakat yang Allah berikan.   Ahlussunnah Wal Jamā’ah bukan hanya memahami Al-Qur’an dan Sunnah saja, tapi mereka juga menekankan pentingnya memahami realitas kehidupan Cara berfikir Islam Ahlussunnah Wal Jamā’ah membedakan antara teks wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah), penafsiran dan penerapannya. Aswaja berupaya

Perjuangan Santri Millenial, Dr. KH Syaikhul Munib, M.Ag: Harus Tawazun, Tasamuh dan Tawassuth

Blitar – Istilah santri tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengesahkan “Hari Santri” sebagai penanda diakuinya kontribusi santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU kota Blitar, Dr. KH Syaikhul Munib, M.Ag menjelaskan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh santri masa kini, yang biasa disebut milenial dalam acara Podcast di Studio Aswaja Center, Jl Cisadane No.2 Bendo Kota Blitar Jatim. Selasa, 13/10/2020. Santri adalah sebutan istilah bagi seseorang yang belajar ilmu agama di lembaga pendidikan

Bid’ah dan Tradisi: Antara Agama & Realita dalam Perspektif Aswaja An-Nahdliyah

Blitar – Pembahasan mengenai bid’ah menjadi penting, melihat konteks masyarakat saat ini yang dengan mudah melontarkannya kepada sesama muslim. Perhatian mengenai bid’ah sudah lama menjadi pro kontra, sejak ratusan tahun lalu. Kali ini, pembahasan mengenai bid’ah dan tradisi , dipaparkan oleh ustadz Khusnuddin, S.Sos.I, M.A secara panjang lebar dalam Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Kiswah)  di Markas Dakwah Aswaja, Jl. Kalimantan No. 65 A Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Minggu, 4/10/2020. Bid’ah merupakan perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang

Fenomena Pendidikan Agama Islam Di Masa Pandemi

Blitar – Ber bulan bulan pandemi melanda. Semua kegiatan termasuk proses belajar mengaji diberhentikan dan dilanjutkan belajar  melalui daring. Pendidikan agama bagi generasi muda merupakan investasi penting jangka panjang harus tetap diberikan sejak dini. Karena agama merupakan pondasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak. Dengan agama anak-anak lebih mengetahui arti pentingnya spiritualitas bagi masa depannya. Hal itu disampaikan oleh Kasi Pemda Kemeng Kota Blitar, H. Habiburohman, M.Ag saat menjadi narasumber acara Podcast Aswaja yang diselenggarakan di Studio Aswaja, jalan Cisadane