Tokoh

Gus Mus Terima Penghargaan Sebagai Kiai Merah Putih

Jakarta, Nublitar.or.id – Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mendapat penghargaan sebagai Kiai Merah Putih dari Rakyat Merdeka, the political news leader dan Warta Ekonomi dalam Anugerah Indonesia Maju 2018-2019. Penghargaan yang dihelat di Ballroom Pullman Hotel, Jakarta, Senin (8/4) ini merupakan bentuk apresiasi kepada para tokoh-tokoh di Indonesia yang telah memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia. Penghargaan kepada Pengasuh Pondok Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini diterima oleh putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya. Foto: Penyerahan Penghargaan Anugerah Indonesia Maju Direktur Utama

Sajak Di Negeri Amplop – Karya Gus Mus

Di negeri amplop Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya Amplop-amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur hal-hal yang tak teratur menjadi teratur hal-hal yang teratur menjadi tak teratur memutuskan putusan yang tak putus membatalkan putusan yang sudah putus Amplop-amplop menguasai penguasa dan mengendalikan orang-orang biasa Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan mencairkan dan membekukan mengganjal dan melicinkan Orang bicara bisa bisu Orang mendengar bisa tuli Orang alim bisa napsu Orang sakti bisa mati Di negeri amplop amplop-amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja Karya

Sanad Keilmuan KH Ma’ruf Amin: Dari Banten Sampai Makkah

Sosok KH Ma’ruf Amin sudah dikenal masyarakat luas sebagai ulama yang ahli di bidang dakwah dan ilmu fiqih. Tentu saja di balik itu, ia memperoleh ilmu tidak dari guru dan tempat sembarangan. Bahkan, ia dijuluki sebagai “Santri Kelana” yang selama mudanya gemar belajar dari satu tempat ke tempat yang lain. Sanad keilmuan Kiai Ma’ruf bersambung dengan jalur para ulama Nusantara yang mendirikan Nahdlatul Ulama (NU). Pertama-tama, Kiai Ma’ruf belajar kepada ayahnya, Kiai Muhammad Amin, yang terkenal sebagai ahli fiqih. Kiai Amin belajar di