PWNU Jawa Timur

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Apel 10.000 Kader PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Muskerwil PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU

KH Marzuki Mustamar: Waspada Gerakan Baru seiring Maraknya Demo Mahasiswa

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengingatkan akan munculnya gerakan baru yang menyelinap di antara maraknya aksi demo mahasiswa di berbagai wilayah. Apalagi hampir setiap demo mahasiswa itu selalu diakhiri dengan rusuh. “Semua harus waspada dan jeli. Awas ada gerakan baru seiring maraknya demo mahasiswa yang berakhir rusuh. Gerakan baru ini mencoba menggagalkan pelantikan Presiden terpilih,” ungkap KH Marzuki, Kamis (26/9/2019). Semua elemen bangsa ini harus tetap mewaspadai gerakan baru yang bisa saja menyelinap di antara gerakan mahasiswa. Ada upaya menguatkan

9 Pesan KH Marzuki Mustamar Untuk Kader PMII

KH. Marzuqi Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) memberikan wejangan (nasehat) saat pelantikan dan dialog interaktif PC PMII . Berikut nasehatnya, mari kita cermati dan laksanakan dengan sepenuh hati: 1. Pesan khusus, PMII Jangan cacat moral, Harus pintar, dan harus jelas NU nya. 2. PMII jangan sampai kalah dengan HMI, KAMMI, HTI dan organisasi lain yang berseberangan dengan NU. 3. Status PMII (jenis kelaminnya) harus jelas. Perjuangkan, bahwa “kami PMII adalah NU”. 4. PMII harus punya program yang bisa dirasakan oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat

MKNU di SMK Islam 1 Blitar, KH Marzuki Mustamar : Panggah NU, Islamnya Murni, Wasilahnya Jelas, Sanadnya Sambung, Tidak Ada Hadits Yang Dicurangi, dan Ilmunya lengkap

Blitar – Sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan muslim di Kota Blitar mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) berjumlah total 115 peserta di Pondok Pesantren Al Muhsin SMK Islam 1 Blitar, selama tiga hari (2-4 Agustus 2019). “Alhamdulillah, peserta komposisi MKNU yang digelar kali ini berbeda. Karena para pesertanya adalah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Islam 1 Blitar,” terang Susiyah, S.Sos pengurus LAZISNU dalam rilis yang diterima nublitar.or.id, Jum’at, 2 Agustus 2019 Para pemateri, terusnya, merupakan sejumlah pengurus PBNU, yakni Drs.

PWNU Award Jadikan NU Kota Blitar Profesional Mandiri

Blitar – Gelaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim Award 2019  memasuki puncaknya pada Minggu, 30 Juni 2019 dan Senin, 1 Juli 2019 di tiga lokasi. Di antaranya, di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dan aula Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo. Setelah melewati tahapan permohonan keikutsertaan, pengiriman berkas yang dilanjutkan dengan visitasi ke lokasi peserta hingga presentasi, para juara akan diumumkan. Menurut Siti Mahmudah, Sekretaris Fatayat NU Kota Blitar. Kota Blitar mengikutkan diikuti kesertaan badan otonom NU Kota Blitar,

Provokasi Berdalih People Power, PWNU Jatim: Tidak Diperbolehkan

Keputusan Bahtsul Masail Kebangsaan  Pengurus Wilayah NU Jawa Timur  tentang  Hukum Menolak Hasil Pemilu dengan Dalih Kedaulatan Rakyat SK: 209/PW/A-II/L/V/2019 A. Deskripsi Masalah Eskalasi politik jelang pengumuman hasil pemilu 22 Mei 2019 terus meningkat. Narasi-narasi mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai institusi resmi negara penyelenggara pemilu terus dikembangkan. Berbagai provokasi berdalih people power atau kedaulatan rakyat, bahkan revolusi berapapun korbannya, dan tindakan inkonstitusional lain pun bermunculan demi menolak hasil pemilu. Sementara pengerahan massa dalam jumlah besar ke Ibu Kota untuk melakukan aksi demo tolak hasil