admin

About admin

This author admin has created 220 entries.

Tepatkah Salafi-Wahabi Disebut Ahli Hadis?

Istilah ahli hadis belakangan ini seakan-akan sudah menjadi madzhab tersendiri yang berbeda dengan madzhab fikih lainnya. Padahal dulu, setiap ahli hadis pasti merujuk pada salah satu fikih empat madzhab. Misalnya, al-Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, al-Daraquthni, al-Hakim, al-Baihaqi, al-Nawawi, Ibnu Hajar, al-‘Iraqi, dan al-Suyuthi dikenal ahli hadis yang bermadzhab al-Syaf’i. Dilihat dari aspek keilmuan, tidak tepat salaf-wahabi diidentkkan dengan ahli hadis. Mereka memang sering mengutip hadis, tetapi bukan berat ahli hadis. Sebab ahli hadis adalah orang yang menguasai ilmu hadis dirayah

Benarkah Salafi-Wahabi tidak Bermadzhab?

Meskipun salaf-wahabi suka menyerang orang yang bertaqlid pada madzhab tertentu, namun faktanya salaf-wahabi juga tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh tokoh yang menjadi rujukan mereka. Dilihat dari tokoh yang dirujuk, sepert Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taymiyyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dan Muhammad bin Abdul Wahab, wahabi tampaknya lebih dekat dengan pandangan fikih Hanabilah, sekalipun mereka masih malu-malu mengakuinya. Sebagaimana yang diketahui, sejak berganti nama dari wahabi menjadi salaf, kelompok ini mengaku melepaskan diri dari madzhab fikih dan merujuk langsung pada al-Qur’an dan hadis.

Festival Pelajar Islam Wahana Pencarian Bakat di Kota Blitar

Blitar – Upaya menyapa kalangan pelajar dilakukan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Blitar, Jawa Timur. Kali ini mereka menggelar Festival Pelajar Islam 2019 yang diselenggarakan di Gedung Kusumawicitra, Kota Blitar sejak Sabtu hingga Ahad (27-28/7). M Zia’ul Haq menyampaikan dan melaporkan bahwa Festival Pelajar Islam 2019 merupakan ajang adu kreasi bagi kalangan siswa dan siswi. “Terdapat lima perlombaan yang dilombakan di antaranya mewarnai setingkat TK/RA yang diikuti seratus peserta,” kata

Bagaimana Memahami Hadis Kullu Bid’ah Dhalalah?

Salaf-wahabi berpendapat setiap bid’ah adalah sesat tanpa pengecualian. Mereka tidak menerima pembagian bid’ah hasanah dan bid’ah dhalalah. Mereka beragumentasi dengan hadis riwayat Jabir bin Abdullah: يف ةللض لك و ،ةللض ةعدب لك و ةعدب ةثدحم لك و رانلا “Setiap yang diada-adakan adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah itu sesat. Setiap kesesatan membimbing orang ke neraka” (HR: al-Nasa’i) Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, salaf-wahabi seringkali memahami hadis secara literal dan sepotong-sepotong, tidak memahaminya berdasarkan kaidah kebahasaan ataupun mengonfrmasinya dengan hadis-hadis lain. Ada beberapa hal yang perlu dikoreksi dari

Islam Sudah Sempurna, Tidak Usah Ditambah-Tambahi?

Salaf-Wahabi sering membantah bid’ah hasanah dengan surat al-Maidah ayat 3, “Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan bagimu nikmat-Ku” (QS: al-Maidah [5]:3) Ayat ini tidak ada kaitannya dengan bid’ah hasanah atau larangan melakukan bid’ah hasanah. Agama Islam memang sudah sempurna dalam artian Allah sudah menetapkan pokok-pokok agama dan tidak akan ada lagi aturan agama yang dianulir (mansukh). Misalnya, Allah sudah menetapkan arah kiblat, kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji, serta tidak boleh bagi umat Islam untuk mengubah aturan

Adakah Bukti Sahabat Mengerjakan yang Tidak Dilakukan Nabi?

a. Bid’ah yang Dilakukan Sahabat Bilal هيلع ا ىلص يبنلا نأ :هنع لا يض�ر ة ري ره يبأ نعينثدح للب اي رجفلا ةلص دنع« :للبل لاق ملسوفد تعمس ينإف ،ملسلا يف هتلمع لمع ىج رأب ىج رأ لمع تلمع ام :لاق »ةنجلا يف يدي نيب كيلعن لإ ،راهن وأ ليل ةعاس يف ،اروهط رهطتأ مل ينأ :يدنع يلصأ نأ يل بتك ام روهطلا كلذب تيلص “Dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW berkata kepada Bilal ketka shalat fajar, ‘Wahai Bilal, kebaikan apa yang

Benarkah Semua yang Tidak Dilakukan Rasul Haram Dikerjakan?

Salaf-wahabi sering mengatakan, “Kalau tidak dilakukan Rasulullah berat itu bid’ah dan tidak boleh dikerjakan”. Mereka juga suka mengatakan, “Kalau anda melakukan apa yang tidak dilakukan Rasulullah, berat seakan-akan anda merasa lebih tahu dari Rasulullah”. Pernyataan kelompok salaf-wahabi ini sangatlah lemah dan tidak memiliki landasan yang kuat. Kelemahan pandangan tersebut sebagai berikut: Pertama, tidak ada satupun kaidah ushul fikih ataupun fikih yang bunyinya sepert itu. Kaidah itu hanya bikinin kelompok salaf-wahabi saja, alias bid’ah. Kedua, tidak ada satupun ulama di luar kelompok salaf-wahabi

Apa Saja Kekeliruan Salafi-Wahabi dalam Berdalil ?

1. Salaf-wahabi hanya memahami al-Qur’an dan hadis dari makna literalnya saja, tanpa memperhatkan maksud dan tujuan dari al-Qur’an dan hadis. Padahal, pada sebagian kasus, memahami al-Qur’an dan hadis dari sisi literalnya saja, tanpa membandingkan dengan ayat dan hadis lain yang semakna, justru akan bermasalah dan bisa terjerumus pada radikalisme. 2. Salaf-wahabi terkadang tidak memahami persoalan yang akan dikaji secara objektif, sehingga hukum yang dikeluarkan terkesan terburu-buru dan menuai konfik. 3. Salaf-wahabi membuat kaidah baru pada saat merumuskan hukum. Padahal kaidah tersebut tdak

Cara Tokoh NU Mendidik Anak-anaknya

“Pada suatu hari Abdullah Ubayd datang ke rumah kami dengan dua putra beliau yang masih kanak-kanak. Yag pertama berumur 7 tahun, dan yang kedua kira-kira 5 tahun. Kejadian itu kira-kira pertengahan tahun 1936.”  Peristiwa itu diungkapkan KH Wahid Hasyim dalam sebuah tulisan yang terbit pada Agustus 1941 berjudul Abdullah Ubayd sebagai Pendidik. Abdullah Ubayd sendiri pada tahun itu telah tiada. Ia meninggal dunia pada tahun 1938 setelah NU melaksanakan muktamar yang ke-13 di Menes, Pandeglang, Banten. Ia meninggal pada usia relatif muda yaitu pada

Apa yang Dimaksud Manhaj Salaf?

Selain jargon kembali kepada al-Qur’an dan hadis, salaf-wahabi juga mempopulerkan istlah manhaj salaf. Istilah ini sebenarnya belum dikenal pada masa Rasulullah SAW, sahabat, dan tabi’in. Ini adalah istlah baru (bid’ah) yang dipopulerkan oleh kelompok salaf-wahabi. Manhaj salaf yang dimaksud salaf wahabi ialah mengikut metode ulama salafussalih dalam memahami agama. Dalam hal ini, salaf-wahabi tidak menjelaskan secara detail siapa dan bagaimana metode salafussalih tersebut. Kalau diperhatikan, istilah salaf berat merujuk pada masa generasi awal dalam Islam. Ramadhan al-But menegaskan, salaf adalah masa