NKRI

Pencopotan Atribut FPI, Ansor Blitar : TNI Sudah Gregetan

BLITAR – Sikap keras TNI yang menyerukan pembubaran FPI (Front Pembela Islam) serta diikuti pembersihan atribut FPI di Jakarta, dinilai Ansor NU Kabupaten Blitar, sebagai hal yang wajar. Menurut Ketua Ansor NU Kabupaten Blitar Aminudin Fahruda, TNI memiliki komitmen dan tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. “Wajar jika TNI bersikap demikian. Karena TNI memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Aminudin Fahruda kepada Sindonews.com Jumat (20/11/2020). Belum lama ini seluruh atribut FPI termasuk baliho Imam Besar

Menjaga Negara Untuk Ibadah, Gus Karim: Ini Wajib Dilakukan Hingga Anak Cucu

Blitar – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Lailatul Ijtima’ NU bersama Nada dan Da’wah Mayangkara Group digelar di Masjid Baitul Hakim, kel. Bendo Kota Blitar. (28/11/2019) Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhaimin, dalam sambutannya menjelaskan awal Nahdlatul Ulama didirikan. Pada tahun 1926, di Surabaya, para kiai pesantren Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) mendirikan jamiyah (organisasi) bernama Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama. Konsekuensi dengan menggunakan kata nahdlatul adalah kebangkitan yang telah terangkai sejak berabad-abad lalu. Bukan kebangkitan yang tiba-tiba

Pengakuan Kader, Cara Menghancurkan NKRI

Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani, sebagai “note” pribadi di facebook. Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam. Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya