Tahlil Rutinan Malam Rabu Legi

NUBLITAR.OR.ID – Tahlilan merupakan ritual selamatan yang dilakukan sebagian besar umat Islam untuk memperingati dan mendoakan orang yang telah meninggal. Nahdliyin telah melanggengkan tradisi ini selama ratusan tahun, tidak terkecuali di Blitar. Tahlilan biasa dilakukan oleh masyarakat Blitar dalam rangka mendoakan kematian seorang warganya 1-7 hari, 15 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari.

Tahlilan di luar itu juga dilakukan oleh masyarakat Betawi pada saat haul, arwahan (ruwahan) di bulan ruwah, akhir Sya’ban, akhir Ramadhan, saat kumpul keluarga untuk arisan misalnya, selamatan perkawinan (walimahan), selamatan aqiqahan, walimatus safar, muludan, Isra dan Mi‘raj, selamatan Syura’an (malam 10 Muharram), selamatan tujuh bulan, khitanan, ziarah kubur, ratiban, manaqiban, barzanjian, dan lain sebagainya.

Kata “Tahlil” sendiri secara harfiah berarti berizikir dengan mengucap kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” (tiada yang patut disembah kecuali Allah).

Kegiatan Tahlil Rutinan Malam Rabu Legi bukan kegiatan yang diwajibkan. Mayarakat boleh melakukannya atau tidak. Tahlilan adalah pilihan bebas bagi setiap orang dan keluarga berkaitan dengan keinginan mendoakan orang tua mereka.

Setiap orang tua selalu menginginkan anak saleh yang berdoa untuk orang tuanya. Nahdliyin kota Blitar ingin berbakti kepada orang tua yang telah merawat, membesarkan dan mencerdaskan. Masyarakat nahdliyin yang melakukan Rutinan Tahlil merasa lebih lega dan senang karena dapat mengirimkan doa tahlil untuk ahli kubur.

Tahlil Rutinan Malam Rabu Legi ini di pusatkan di salah satu Mushola di desa banggle, mulai jam 20.30 sampai jam 22.00.

Salah satu anggota tahlil sedang menikmati hidangan

Reporter: Rendi Bagus

Event Details

Register Now