Abdullah_Umar

About Abdullah Umar

This author Abdullah Umar has created 168 entries.

Tidak Benar ! Kabar Donatur Terbesar Berdirinya NU Adalah Keluarga HRS

Yang benar, donatur utama saat awal berdirinya Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926 adalah H. HASAN GIPO yang kemudian menjadi Ketua Tanfidziyah NU periode pertama mendampingi Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai Ro’is Akbar. H. Hasan Gipo seorang kaya raya yang memiliki puluhan rumah dan toko di Surabaya, sebagian besar tokonya disewa/kontrak oleh para pedagang keturunan Tionghoa. HAJI HASAN GIPO adalah seorang pengusaha yang di jaman pra Indonesia Merdeka, jaringan usahanya sudah ada di berbagai daerah. Bisa dikatakan Beliau adalah pengusaha besar

Ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah satu golongan yang mengikuti sunnah Nabi dan para sahabat, terutama para khulafaurrasyidin. Hal itu sesuai dengan hadits Nabi: “Hendaklah kalian berpegang kepada sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin sesudahku.”  Tentu saja berpegang kepada sunnah Rasulullah dan sunnah para sahabat itu juga berpegang kepada Al-Qur’an. Bukankah akhlak Nabi itu adalah Al Qur’an? Yang disebut khulafaur rasyidin adalah empat khalifah pengganti Rasulullah, yaitu : Abu Bakar Shidiq Umar bin Khathab Utsman bin Affan  Ali bin Abi Thalib Jadi berdasarkan hadits, mengikuti keempat khalifah ini termasuk juga mengikuti

Mengurai Benang Merah Ziarah Kubur

Dari zaman ulama naik unta hingga para kyai naik toyota, perdebatan seputar tradisi ziarah yang tetap ramai dibicarakan. Ziarah kubur merupakan salah satu perbuatan yang mengalami perubahan (nasikh-mansukh). Pada zaman awal Islam, Rasulullah melarang melakukan praktik ini, tapi kemudian larangan tersebut mansukh (diubah) menjadi suatu perbuatan yang diperbolehkan untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga aqidah umat Islam, dulu beliau (Nabi) khawatir kalau ziarah kubur diperbolehkan, umat Islam akan menjadi penyembah kuburan. Setelah akidah umat Islam kuat dan tidak ada kekhawatian

Sejarah Perpecahan dan Pemersatu Umat

Ahlussunah wal Jama’ah (disingkat Aswaja) merupakan suatu istilah yang diperebutkan maknanya oleh berbagai firqah atau kelompok Islam. Hal itu karena Aswaja merupakan suatu kelompok yang benar dan akan masuk ke dalam surga. Hal ini dinyatakan dalam hadits Nabi yang berbunyi:  “Rosululloh SAW bersabda: demi Tuhan yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku nanti akan pecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan yang 72 golongan akan masuk neraka, seorang sahabat bertanya, “Siapakah mereka yang masuk surga itu, ya Rosulalloh? “

Cara Berfikir Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

Ahlussunnah Wal Jamā’ah (Aswaja) adalah golongan yang menjadikan hadis Jibrīl yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, bahwa pilar agama itu ada tiga yaitu: Iman,Islam dan Ihsān. Pembagian ilmu ada tiga yaitu: aqidah, fiqih dan suluk. Setiap imam Aswaja telah melaksanakan tugas sesuai bakat yang Allah berikan.   Ahlussunnah Wal Jamā’ah bukan hanya memahami Al-Qur’an dan Sunnah saja, tapi mereka juga menekankan pentingnya memahami realitas kehidupan Cara berfikir Islam Ahlussunnah Wal Jamā’ah membedakan antara teks wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah), penafsiran dan penerapannya. Aswaja berupaya

Pencopotan Atribut FPI, Ansor Blitar : TNI Sudah Gregetan

BLITAR – Sikap keras TNI yang menyerukan pembubaran FPI (Front Pembela Islam) serta diikuti pembersihan atribut FPI di Jakarta, dinilai Ansor NU Kabupaten Blitar, sebagai hal yang wajar. Menurut Ketua Ansor NU Kabupaten Blitar Aminudin Fahruda, TNI memiliki komitmen dan tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. “Wajar jika TNI bersikap demikian. Karena TNI memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Aminudin Fahruda kepada Sindonews.com Jumat (20/11/2020). Belum lama ini seluruh atribut FPI termasuk baliho Imam Besar

Perjuangan Santri Millenial, Dr. KH Syaikhul Munib, M.Ag: Harus Tawazun, Tasamuh dan Tawassuth

Blitar – Istilah santri tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengesahkan “Hari Santri” sebagai penanda diakuinya kontribusi santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU kota Blitar, Dr. KH Syaikhul Munib, M.Ag menjelaskan mengenai beberapa hal yang harus dilakukan oleh santri masa kini, yang biasa disebut milenial dalam acara Podcast di Studio Aswaja Center, Jl Cisadane No.2 Bendo Kota Blitar Jatim. Selasa, 13/10/2020. Santri adalah sebutan istilah bagi seseorang yang belajar ilmu agama di lembaga pendidikan

Bid’ah dan Tradisi: Antara Agama & Realita dalam Perspektif Aswaja An-Nahdliyah

Blitar – Pembahasan mengenai bid’ah menjadi penting, melihat konteks masyarakat saat ini yang dengan mudah melontarkannya kepada sesama muslim. Perhatian mengenai bid’ah sudah lama menjadi pro kontra, sejak ratusan tahun lalu. Kali ini, pembahasan mengenai bid’ah dan tradisi , dipaparkan oleh ustadz Khusnuddin, S.Sos.I, M.A secara panjang lebar dalam Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Kiswah)  di Markas Dakwah Aswaja, Jl. Kalimantan No. 65 A Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Minggu, 4/10/2020. Bid’ah merupakan perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Blitar Wafat

Blitar, Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar KH Achfas Zen wafat pagi ini Rabu (23/9) sekitar pukul 08.00. Almarhum wafat pada usia 77 tahun meninggalkan 6 anak dan 10 cucu. Kehilangan Kiai Achfas yang  juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat (salah satu pesantren tua di kota Blitar), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Blitar, warga NU, dan masyarakat pada umumnya. Keponakan KH Achfas Zen, yang juga pengurus Pondok Pesantren Putri Bustanul

Di Tengah Pandemi, PAC Ansor Sukorejo Gelar Diklat Yang Aman Dan Tangguh

Blitar – Masa pandemi covid-19 tak menghalangi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukorejo untuk melaksanakan berbagai aktivitas. Salah satunya menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD), untuk kaderisasi dan syarat kepengurusan PAC dan Ranting. (18/9) “Peserta pelatihan merupakan para anggota, pengurus ranting dan pengurus PAC. Semuanya wajib mengikuti berbagai diklat dasar. Diantaranya Diklat SAR, PKD dan DTD ,” ujar Ketua PC GP Ansor Kota Blitar, Hartono, ST., M.MPd Hartono menjelaskan berbagai diklat GP Ansor yang wajib diikuti. “Ada Pendidikan dan Latihan Dasar