Maksimalkan Potensi TPQ, Gus Lubby: Masyarakat Menginginkan Kembali Mengaji

Blitar – Di masa pandemi Corona Virus Disease-19 saat ini, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) sebagai salah satu pendidikan keagamaan Islam harus tetap eksis dan menjalankan aktivitasnya dengan sistem pembelajaran daring.
Lembaga di bawah naungan Kementerian Agama yang fokus pada pendidikan agama dan baca tulis Al-Qur’an ini memiliki santri anak-anak. Meski pembelajaran tatap muka dihentikan karena pandemi, berbagai kegiatan dan program tetap dilaksanakan.
Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Blitar, Kyai Muhtar Lubby, S.Ag., M.A menggelar jagongan ke TPQ an via aplikasi Zoom bersama Camat Kepanjenkidul sekaligus Ketua Gugus Tugas Kepanjenkidul, Parminto, M.Si. Kamis, 23 Juni 2020.
Poster Jagongan ke TPQ an BKRMI via Zoom
Gus Lubby menuturkan, saat pandemi covid sekarang ini masyarakat menginginkan untuk kembali mengaji.
“Saat ini anak-anak bisa membaca tulis Al-Qur’an bukan produk dari sekolah, melainkan produk dari TPQ, Madrasah Diniyah atau Pondok Pesantren,” ucapnya.
Tidak dapat dipungkiri, salah satu tujuan mengaji menghindarkan anak-anak dari berbagai tindak kejahatan. Bila anak-anak dididik dengan mengaji, tidak ada lagi anak-anak yang keluyuran di jalan-jalan, dan angka kejahatan terhadap anak-anak pun juga akan turun.
Lanjut Gus Lubby, saat menggelar aktifitas belajar mengaji, harus benar-benar mengikuti protokol kesehatan. Seperti melakukan physical distancing, rajin mencuci tangan, selalu memakai masker, hingga memastikan tempat mengaji aman dan steril.
“TPQ-TPQ melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Al-Qur’an harus benar-benar melakukan potokol kesehatan. Ngaji tetap berjalan namun tetap ada ikhtiar menjaga kesehatan dan tetap bersilaturahim,” tuturnya.
Camat Kepanjenkidul sekaligus Ketua Gugus Tugas Kepanjenkidul, Parminto, M.Si menuturkan agar dapat berdamai dengan Covid-19. Berdamai dengan Covid-19 dimaknai sebagai hidup dengan tatanan baru tanpa harus menunggu virus corona lenyap.  Sebuah aktivitas dan pola interaksi antarmanusia yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan kualitas hidup.
“Guru dan santri kita, harus bisa membiasakan diri berdamai dengan covid. Boleh menggelar Yasin Tahlil di mushola dengan tetap melaksanaakn protokol kesehatan,” ucapnya.
Dirda LPPTKA  Kota Blitar, Alim Sulaiman, S.Pd.I menuturkan,”Terdapat TPQ yang sudah buka dan ada juga yang belum buka. Banyak masyarakat yang ingin segera buka untuk mendidik anak-anak mengaji.”
“Alhamdulillah, beberapa program telah berjalan sebagai bentuk inovasi kegiatan belajar mengaji dan dakwah ustadz-ustadzah TPQ pada saat social distancing. Walau kondisi wabah, kami berharap dakwah tetap berjalan dan TPQ tetap eksis,” kata Alim Sulaiman yang juga Ketua PC NU Care LAZISNU Kota Blitar.
Jagongan perdana ke-TPQ-an via aplikasi Zoom ini dihadiri oleh puluhan user.

 

 

 

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.