Informasi

Daftar Media Online Aswaja NU yang Berpengaruh di Indonesia

Daftar media online Aswaja NU yang paling berpengaruh ini merupakan situs, website atau portal dan media online yang sudah terindeks aliran atau faham ahlussunnah waljamaah annahdliyah. Lebih tepatnya, media Aswaja NU, bukan NU garis lurus, melengkung atau garis bujur. Selama ini memang banyak kader NU kebingungan, baik yang di wilayah pusat maupun kalangan bawah. Banyak orang mencari informasi yang digali dan dicari oleh kader NU seperti Media Aswaja, berita Islam Aswaja, media Aswaja instagram, media Aswaja facebook, twitter. Kemudian, dari riset

Pendataan Hewan Qurban Kota Blitar 2019

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dalam rangka untuk Data Base PCNU Kota Blitar serta menindak lanjuti intruksi dari Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU terkait dengan pendataan “Hewan Kurban” di Masjid/Musholla/Ponpes/Lembaga Pendidikan/Jama’ah di lingkungan Nahdlatul Ulama, maka PC. NU CARE-LAZISNU Kota Blitar mengharap bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi Google Form dibawah ini. Atas partisipasinya kami sampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. PC. NU CARE-LAZISNU Kota Blitar Memuat…

4 Gus Yang Menjadi Ikon

Oleh : Abdalla Badri GUS Muwafiq, Gus Baha, Gus Nadir, Gus Ulil adalah nama-nama yang penulis sebut sebagai ikon dakwah milenial yang cukup melumpuhkan lawan-lawan para pendakwah yang selama ini menggunakan isu hijrah dan bid’ah sebagai jargonnya tanpa tim manajemen peofesional, berjalan natural tapi tetap konsisten serta mengakar di “medan dakwah” masing-masing. Kehadiran empat gus (gawagis) di belantaran dunia dakwah cukup menghenyakkan kelompok yang selama ini gandrung menebar kebencian dan ekstrim dalam mengamalkan politik agama sebagai janji-janji kosong khilafah. Uniknya, meski tidak pernah

IGTKM NU Siapkan Teacher Award demi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Siswa

Blitar, Muslimat NU menggelar pertemuan IGTKM NU (Ikatan Guru Taman Kanan-Kanak Muslimat Nahdlatul Ulama) di TK. Al Hihayah Klampok, kec. Sanan Wetan kota Blitar, Rabu, 31 Juli 2019. IGTKM NU merupakan organisasi di bawah naungan Muslimat NU dan Yayasan Pendidikan Muslimat NU. Sebagai Badan Otonom NU IGTKM NU di dalam melaksanakan program-programnya harus mengikuti kebijakan NU termasuk kurikulum yang diajarkannya harus memuat ajaran Ahlussunnah wal jama’ah. Ketua IGTKM NU saat ditemui nublitar, Indah Y Sa’diyah S.Pd Paud menyampaikan bahwa pertemuan IGTKM NU

UNU Blitar Ungkap Fakta Ilmiah Probiotik dari Kotoran Kelinci

Blitar – Dilatarbelakangi rasa penasaran tingkah laku unik kelinci yang memakan kotorannya sendiri untuk memenuhi nutrisinya, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) melakukan penelitian untuk mengetahui mikroorganisme yang terkandung dalam kotoran lunak kelinci tersebut. Penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti tersebut dilaksanakan di laboratorium FPIK Universitas Brawijaya (UB) Malang selama tiga bulan. Mulai bulan April hingga Juli 2019. Penelitian ini mengambil judul ‘Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dan Uji Aktivitas Anti-bakterinya’. Penelitian yang dilakukan oleh

Apa yang Dimaksud Manhaj Salaf?

Selain jargon kembali kepada al-Qur’an dan hadis, salaf-wahabi juga mempopulerkan istlah manhaj salaf. Istilah ini sebenarnya belum dikenal pada masa Rasulullah SAW, sahabat, dan tabi’in. Ini adalah istlah baru (bid’ah) yang dipopulerkan oleh kelompok salaf-wahabi. Manhaj salaf yang dimaksud salaf wahabi ialah mengikut metode ulama salafussalih dalam memahami agama. Dalam hal ini, salaf-wahabi tidak menjelaskan secara detail siapa dan bagaimana metode salafussalih tersebut. Kalau diperhatikan, istilah salaf berat merujuk pada masa generasi awal dalam Islam. Ramadhan al-But menegaskan, salaf adalah masa

Mengapa Jargon “Kembali Kepada al-Qur’an dan Hadis” Bermasalah?

Seluruh ulama dan umat Islam pada umumnya mengetahui sumber utama hukum Islam adalah al-Qur’an dan hadis. Setiap ibadah yang dilakukan mesti merujuk dan tidak boleh bertentangan dengan kedua sumber tersebut. Lalu di mana kerancuan salaf-wahabi yang seringkali menyeru umat Islam agar kembali kepada al-Qur’an dan hadis? Sekilas memang tidak yang salah dengan jargon tersebut. Yang masalah adalah pemahaman salaf-wahabi terhadap konsep kembali kepada al-Qur’an dan hadis. Salaf-wahabi mengajak umat Islam kembali kepada al-Qur’an dan hadis dengan cara meninggalkan metode dan pendapat

Ulama yang Menjadi Rujukan Salafi-Wahabi

Kelompok salaf-wahabi seringkali tidak konsisten dengan pendapat yang mereka kemukakan. Mereka selalu mengumandangkan jargon kembali kepada al-Qur’an dan hadis, bahkan menghujat orang-orang yang merujuk pada pendapat ulama-ulama klasik. Namun faktanya, mereka sendiri juga tetap taqlid pada pendapat-pendapat tokoh dan ulama mereka.Di antara ulama yang menjadi rujukan mereka ialah: Pertama, Ibnu Taymiyyah dan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah. Kedua tokoh ini merupakan ulama klasik yang sering dikutip pendapatnya oleh salaf-wahabi. Kebanyakan pendapat Ibnu Taymiyyah dan Ibnu Qayyim yang dikutip hanya soal teologi atau tauhid. Sementara

Cara Berpikir Salafi-Wahabi

Berikut ini sebagian uraian dari cara berfikir Salafi Wahabi, yaitu : 1. Mengampanyekan jargon kembali kepada al-Qur’an dan hadis dengan meninggalkan madzhab fkih serta pandangan ulama terdahulu. 2. Memahami al-Qur’an dan hadis secara tekstual dan itdak menggunakan perangkat pengetahuan yang biasa digunakan ulama untuk memahami al-Qur’an dan hadis: misalnya, ushul fkih, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu bahasa, dan lain-lain. 3. Memahami al-Qur’an dan hadis sepotong-sepotong dan tidak mengonfrmasi dan menyesuaikannya dengan ayat ataupun hadis lainnya. 4. Menganggap setiap amalan yang tidak ada dalil spesifknya