Ansor

Di Tengah Pandemi, PAC Ansor Sukorejo Gelar Diklat Yang Aman Dan Tangguh

Blitar – Masa pandemi covid-19 tak menghalangi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukorejo untuk melaksanakan berbagai aktivitas. Salah satunya menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD), untuk kaderisasi dan syarat kepengurusan PAC dan Ranting. (18/9) “Peserta pelatihan merupakan para anggota, pengurus ranting dan pengurus PAC. Semuanya wajib mengikuti berbagai diklat dasar. Diantaranya Diklat SAR, PKD dan DTD ,” ujar Ketua PC GP Ansor Kota Blitar, Hartono, ST., M.MPd Hartono menjelaskan berbagai diklat GP Ansor yang wajib diikuti. “Ada Pendidikan dan Latihan Dasar

Walikota Blitar Dukung Diklat GP Ansor Demi Menegakkan NKRI

Blitar – NKRI memiliki filsafat pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat namun tetap satu jua. Yang terlahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga pejuang bangsa yang bertekat mempertahankan keutuhan bangsa. Tak terkecuali masyarakat kota Blitar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga Kota Blitar senantiasa menggelorakan spirit cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dalam sambutannya saat menghadiri Diklat Terpadu Dasar (DTD) kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar, Walikota Blitar, Drs. H

PCNU Kota Blitar Bagi Ratusan Sembako ke Warga Terdampak Covid 19

Blitar – PCNU Kota Blitar mengadakan kegiatan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terdampak dari COVID-19 atau virus corona. Kali ini, sumbangan berupa sembako untuk warga kota Blitar itu dilaksanakan di kecamatan Sukorejo, Kepanjenkidul hingga Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Ketua NU Care Lazisnu Kota Blitar, Alim Sulaiman, S.PdI menuturkan, pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak covid 19 ini berupa sembako dengan total 750 paket. Secara simbolis diluncurkan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr. Habib Bawafi, M.HI, Kapolsek Kota Blitar, Banser,

Potret Gotong Royong Warga NU Kota Blitar Saat Pademi Covid 19

Blitar – Merebaknya penyebaran virus COVID-19 ternyata tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan saja, melainkan sektor ekonomi. Sejak pertengahan Maret lalu, dampak COVID-19 menghantam para pekerja, khususnya pekerja sektor informal yang mengandalkan upah harian seperti pedagang, buruh lepas, dan lainnya. Terkait situasi ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar bersama Muslimat NU, Fatayat NU dan Ansor mengadakan program patungan untuk semua. Donasi yang didapat akan disalurkan melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Blitar. Ketua NU Care

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 3, Peduli Antar Umat Beragama

Blitar – Upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 dilakukan pemuda NU, yang terdiri dari Lazisnu, Ansor, Banser dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Para relawan ini menggelar penyemprotan disinfektan ke puluhan masjid, mushola, gereja, hingga klenteng, Ahad (29/3/2020). Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar, Hartono, S.T., M.MPd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian NU dalam pencegahan Covid-19. Dana bersumber dari NU Care Lazisnu, relawan NU dan bantuan masyarakat. “Kegiatan penyemprotan sasarannya tempat ibadah mulai dari masjid, mushola, gereja dan

Cegah Corona, Ansor Semprot Disinfektan 400 Masjid

Blitar – Ansor, Banser dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kab Blitar mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan di 400 mushola/langgar dan masjid se kabupaten untuk mencegah penyebaran virus corona. Penyemprotan dilakukan dengan menggandeng Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) sebagai bentuk kepedulian pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam pencegahan virus dan bakteri. Ahad (29/3). Kasatkorcab Banser Kab Blitar sekaligus koordinator kegiatan, M. Mahmudi menyatakan penyemprotan desinfektan di 400 mushola/langgar dan masjid se-kabupaten Blitar ini telah digelar mulai hari Kamis (26/3). Penyemprotan digelar terutama

5 Alasan Mengapa Donasi Anda Sangat Berarti Dalam Pencegahan Covid 19

Kami meminta anda untuk memberikan donasi kepada NU Care LazisNU Kota Blitar, organisasi non-profit. Kontribusi anda akan: 1. Membantu kerja-kerja aktivis untuk hak dan keadilan atas bencana kesehatan Covid-19. NU Care LazisNU dan rekan-rekan bekerja bersama melakukan edukasi keliling kota tentang kewaspadaan virus Corona dan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 2. Memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan tetap bersih dan sehat dengan hand sanitizier dan penyemprotan disinfektan di seluruh kota Blitar. 3. Memberikan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi masyarakat yang memiliki kesulitan

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 2

Blitar – Langkah cepat pemerintah menangani virus corona (Covid-19) direspons Gerakan Pemuda Ansor, Banser dan NU Care LazisNU Kota Blitar, Jawa Timur. Menggelar aksi sosialisasi pencegahan corona dengan keliling kota dan penyemprotan disinfektan. Rabu (25/3/2020) Kegiatan yang digawangi GP Ansor dan Banser Kota Blitar itu dipimpin langsung ketua Ansor, Hartono, S.T., M.MPd. Mereka bergerak melakukan edukasi keliling kota tentang kewaspadaan virus Corona dan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dalam instruksinya, Hartono mengerahkan sekitar 20 anggota Ansor dan Banser beserta 3

Konsep Ahlussunah wal Jamaah dalam Harlah NU 94

Blitar –  Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sananwetan Kota Blitar, Jawa Timur, bersinergi untuk menggelar Harlah NU ke 94. Kerjasama keduanya diwujudkan dalam diba’an dan pengajian rutin. Diungkap oleh alumnus Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA di Masjid Hidayatullah Kota Blitar. Ahad (8/3/2020) Ust Rouf menjelaskan, siapa itu Ahlussunah wal Jamaah? Secara sekilas, pertanyaan ini mungkin amat mudah dijawab. Apalagi bagi warga Nahdliyin—yang setiap hari secara doktrinal mengikuti dan mengamalkan tradisi Aswaja

OTOKRITIK BUAT NAHDLATUL ULAMA

Oleh: Mamang M Haerudin (Aa) Fenomena penolakan pengajian dan perusakan plang NU di dua daerah yang berbeda, yang terjadi belum lama ini menunjukkan bahwa virus kebencian terhadap NU hampir di ujung tanduk. Seperti pelampiasan awal dari sekian lamanya dendam kesumat terhadap NU. Kita tahu bersama NU itu Ormas terbesar/mayoritas dan dekat dengan Pemerintah. Yang terakhir ini akan menjadi kecemburuan sekaligus senjata ampuh untuk terus menonjok NU. Saya bermaksud menyampaikan otokritik. Agar sekarang dan ke depan NU semakin rendah hati dan merangkul. 1. Para